MDI Ventures dan GDP Venture; Suntikkan Dana untuk Qlue

MDI Ventures dan GDP Venture; Suntikkan Dana untuk Qlue

MDI Ventures dan GDP Venture; Suntikkan Dana untuk Qlue

Untuk merekrut para ahli di bidang teknologi dan bisnis guna mengembangkan produk AI dan IoT

Surabaya, Kabarindo- Setelah pada 2018 meraih pencapaian yang positif, pada tahun ini Qlue memantapkan langkah dengan mendapat suntikan dana dari Venture Capital (VC) milik Telkom melalui MDI Ventures, dimana pendanaan ini dipimpin oleh Global Digital Prima (GDP) Venture.

Dana tersebut akan digunakan untuk merekrut para ahli di bidang teknologi dan bisnis guna mengembangkan produk Artificial Intelligence (AI) dan The Internet of Things (IoT). Qlue berharap dapat meningkatkan layanan solusi smart city yang ditawarkannya.

Suntikan dana tersebut juga menutup ronde pendanaan Series A yang sudah dimulai Qlue sejak 2017. Tidak diberitahukan berapa nilainya, namun suntikan dana dari MDI Ventures diharapkan dapat meningkatkan sinergi dalam pemerintahan dan BUMN Indonesia.

Sejak 2016, Qlue telah menawarkan solusi kepada pemerintah dan masyarakat untuk mengidentifikasi permasalahan di lingkungan sekitar. Warga semakin mudah untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah dengan menggunakan aplikasi smartphone.

Sepanjang 2018, sebanyak 102.594 laporan disampaikan oleh warga DKI Jakarta melalui aplikasi Qlue dengan lebih dari 82% telah ditindak lanjuti oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Qlue berperan dalam meningkatkan kepercayaan warga terhadap pemprov sebanyak 47% dan meningkatkan performa pemerintah sebesar 61,4 %. Hal ini membuat aplikasi karya anak negeri ini mendapat penghargaan pada perlombaan Global Smart Cities Contest yang digelar The World’s Smart Cities Organizations (WSCO) di London awal Oktober tahun lalu untuk kategori Best Mobility Project.

Qlue terus berupaya membangun ekosistem smart city terbesar di Indonesia dengan meningkatkan layanan solusi smart city untuk pengembang perumahan, apartemen, kepolisian, jalan tol, pusat perbelanjaan, kawasan industri dan mitra bisnis lainnya melalui inovasi teknologi Computer Vision seperti Face Recognition (FR), License Plate Recognition (LPR), Street Analysis dan People Counting.

Rama Raditya, Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Qlue, mengatakan misinya sejak awal adalah untuk mengakselerasi perubahan positif di dunia dan ia ingin bersinergi sebanyak-banyaknya dengan mitra usaha yang memiliki kesamaan misi.

“Telkom akan banyak membantu kami untuk memperkuat skalabilitas di pemerintahan dan BUMN, agar solusi kami bisa memberikan dampak positif bagi transformasi digital di Indonesia sesuai arahan pemerintah menuju Industri 4.0. Sedangkan GDP Venture, sudah sejak lama membantu kami dalam membangun bisnis Qlue agar lebih maju dan berkelanjutan,” ujarnya.

Nicko Widjaja, CEO MDI Ventures, menyatakan MDI Ventures memiliki visi untuk membangun generasi start-up terdepan di Indonesia dan investasi tersebut merupakan wujud konsistensinya untuk mendorong visi tersebut.

“Kami sudah mengenal Qlue sejak awal perusahaan tersebut berdiri dan kami menilai bahwa Qlue selalu memiliki pola pikir disruptif dan inovatif. Kami melihat Qlue juga bekerja dekat dengan pemerintah. Hal ini selaras dengan sinergi utama Telkom Indonesia. Untuk kedepannya, kami akan terus mendukung startup-startup lokal Indonesia yang memiliki pola pikir disruptif dan game-changing,” ujarnya.

Martin Hartono, CEO GDP Venture, menambahkan pihaknya percaya di era teknologi ini seluruh warga dapat dan harus berpartisipasi aktif bersama pemerintah ataupun pengelola kawasan dalam membentuk masyarakat dan negara yang madani. Qlue mampu terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar, bukan hanya untuk pemerintahan namun juga korporasi. Kemampuan Qlue untuk menyediakan command center dan pengelolaan smart city berbasis teknologi dan data merupakan salah satu pilar penting menuju masa depan bangsa Indonesia.

“Kami bangga dapat turut mendukung Qlue yang memiliki visi dan misi bukan saja untuk perkembangan ekosistem digital teknologi Indonesia, tapi juga mengembangkan aplikasi yang sangat bermanfaat untuk bangsa Indonesia,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji