ITS; Rilis Pusat Unggulan Iptek Keselamatan Kapal

ITS; Rilis Pusat Unggulan Iptek Keselamatan Kapal

ITS; Rilis Pusat Unggulan Iptek Keselamatan Kapal

Dilatarbelakangi tingginya jumlah kecelakaan kapal di Indonesia, adanya peraturan internasional tentang keselamatan kapal dan untuk meningkatkan penguatan kelembagaan keselamatan

Surabaya, Kabarindo- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya telah merilis Pusat Unggulan Iptek (PUI) Keselamatan Kapal dan Instalasi Laut.

Direktur Inovasi, Kerja Sama dan Kealumnian ITS, Dr Eng Kriyo Sambodho ST M Eng, mengatakan bahwa PUI penting untuk dibentuk di dalam institusi pendidikan. Dengan PUI, produk inovasi akan lebih cepat dikembangkan.

Menurut Dodhot, sapaan Sambodho, PUI terbagi menjadi dua bidang, yaitu PUI yang berbasis produk dan berbasis paten. Saat ini ITS bergerak di PUI berbasis produk karena ITS adalah perguruan tinggi. PUI juga berguna menciptakan produk unggulan inovasi terbaru.

“PUI adalah badan yang mengatur tentang riset penelitian agar menciptakan inovasi-inovasi dan produk-produk yang berkembang,” ujar doktor lulusan Jepang ini.

Dalam waktu tiga tahun ini, ITS mampu merilis tiga PUI. Pada 2016, ITS telah merilis PUI Sistem Kontrol Otomotif (SKO) yang sebelumnya bernama Pusat Riset Mobil Listrik Nasional (Molina). Pada 2017, ITS merilis PUI Mechanics Industrial Automation (MIA) dan pada 2018 ini ITS merilis PUI untuk Keselamatan Kapal dan Instalasi Laut yang disingkat KEKAL.

Jika dilihat dari jumlah PUI yang dimiliki, ITS nomor tiga terbanyak di Indonesia. Nomor satu IPB dengan enam PUI, kemudian ITB dengan lima PUI.

Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc, koordinator PUI KEKAL, mengatakan pembentukan PUI kali ini dilatarbelakangi tingginya jumlah kecelakaan kapal di Indonesia, adanya peraturan internasional tentang keselamatan kapal dan untuk meningkatkan penguatan kelembagaan keselamatan.

Tujuan pembentukan PUI kali ini untuk menyiapkan upaya komersialisasi hasil riset dan inovasi melalui kegiatan hilirisasi riset inovasi, termasuk kegiatan promosi dan kegiatan pendukung lainnya.

“Dengan adanya PUI ini maka banyak laboratorium dan ruang lingkup yang bisa bekerja sama. Salah satu produk yang sudah dihasilkan kampus ITS saat ini adalah AISITS (Automatic Identification System ITS) yang bergerak di bidang perkapalan,” ujar Ketut yang menjabat Wakil Rektor IV ITS.

Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD, mengatakan PUI KEKAL menjadi tantangan bagi ITS, karena setiap orang di dalamnya dituntut untuk berinovasi dan berkembang. PUI juga merupakan cikal bakal entrepreneur university.

“Dengan PUI ini, ITS dapat menciptakan produk-produk terbaru, sehingga bisa dijual ke publik dan disebarluaskan,” ujarnya.

Guru besar Teknik Lingkungan ini juga menginginkan agar para dosen di ITS dapat bekerja sama dengan para doktoral agar bisa membuat inovasi terbaru. Diharapkan, ke depannya bisa lebih cepat terbentuk PUI-PUI lainnya, sehingga ITS bisa lebih berkembang lagi.

Penulis: Natalia Trijaji