Enam Prodi S1 ITS; Raih Akreditasi IABEE

Enam Prodi S1 ITS; Raih Akreditasi IABEE

Enam Prodi S1 ITS; Raih Akreditasi IABEE

Teknik Perkapalan, Teknik Material, Teknik Kimia, Teknik Fisika, Teknik Mesin dan Teknik Lingkungan

Surabaya, Kabarindo- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus berupaya menjaga kualitas setiap program studi (prodi) agar diakui oleh banyak pihak, baik nasional maupun internasional.

Hal ini dibuktikan dengan capaian enam prodi sarjana (S1) di ITS yang berhasil meraih akreditasi general dari Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE). Yaitu Teknik Perkapalan, Teknik Material, Teknik Kimia, Teknik Fisika, Teknik Mesin dan Teknik Lingkungan. Pencapaian ini menyusul prodi Teknik Kelautan yang meraih akreditasi provisional dari IABEE setahun sebelumnya.

Kepala Departemen Teknik Mateial ITS, Dr Ir Agung Purniawan ST MEng, menjelaskan selama ini IABEE sendiri telah diakui di Indonesia oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebagai badan yang bertanggungjawab terhadap akreditasi program-program studi yang memberikan gelar sarjana akademik di bidang teknik dan computing.

Lembaga akreditasi internasional tersebut mengacu pada Washington Accord sebagai salah satu standar akreditasi internasional bidang teknik. Akreditasi IABEE menekankan pada implementasi pendidikan berbasis capaian pembelajaran (outcome based education), sehingga menjamin pemenuhan proses perbaikan berkelanjutan.

Dalam mendapatkan akreditasi internasional, setiap program studi harus menyesuaikan pembelajaran berdasarkan capaian pembelajaran (learning outcome) yang ditentukan dan diberikan oleh IABEE. Hal yang dilihat dalam proses akreditasi meliputi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Kebersihan dan hasil pembelajaran mahasiswa.

Akreditasi internasional yang diraih tersebut dapat menjadi salah satu nilai tambah pada setiap prodi. Ketika banyak mitra dari luar menanyakan mengenai bagaimana pembelajaran yang telah dilakukan, akreditasi tersebut menjadi bukti bahwa kualitas prodia telah memenuhi standardisasi internasional.

Akreditasi tersebut diharapkan bisa menjadi momentum pembenahan pada sistem manajemen dalam internal prodi itu sendiri. Hal ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya ketika akan diakreditasi.

Penulis: Natalia Trijaji