EKI Update 3.1; Tampilkan Pertunjukan Yang Melibatkan Anak-Anak YPAC

EKI Update 3.1; Tampilkan Pertunjukan Yang Melibatkan Anak-Anak YPAC

EKI Update 3.1; Tampilkan Pertunjukan Yang Melibatkan Anak-Anak YPAC

Kerja sama EKI Dance Company dan YPAC Jakarta

Surabaya, Kabarindo- EKI Dance Company bekerja sama dengan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta siap menampilkan pergelaran seni pertunjukan EKI Update 3.1 di Convention Centre Tunjungan Plaza Surabaya pada Jumat-Minggu, 27-29 Juli 2018.

Pertunjukan tersebut melibatkan lebih dari 100 orang yang terdiri dari penampil dan kru EKI Dance Company serta 8 siswa YPAC Jakarta. Mereka akan menampilkan nomor tarian, choirs, interactive games dan mini musical serta lagu dan tari oleh anak-anak binaan YPAC Jakarta.

Aiko Senosoenoto, Direktur Utama EKI Dance Company, mengatakan tema EKI Update 3.1 adalah berbagai hal terkait isu generasi milenial. Menurut ia, sebisa mungkin sajian seni tidak terpisah dengan perkembangan dan keresahan di masyarakat.

“Generasi milenial penting sebagai pemegang masa depan bangsa. Namun apa kita benar-benar mau mendengar dan memahami mereka? EKI Update 3.1 berusaha menyajikan dengan utuh dan apa adanya,“ ujar ibu dari empat anak ini.

Untuk itu, EKI Update 3.1 menampilkan nafas milenial yang kental secara musik, kostum maupun ramuan artistik secara keseluruhan. Seperti sajian etnik yang berbalut kekinian, tarian yang mengekspresikan keresahan anak muda serta mini musical yang secara komedi memaparkan kehidupan anak muda dari berbagai latar belakang di Indonesia yang tinggal di Amerika.

Salah satu tampilan istimewa di EKI Update 3.1 adalah tari dan lagu yang dibawakan anak-anak binaan YPAC. Sebanyak 8 siswa YPAC Jakarta duduk di kursi roda, menari dan menyanyi bersama puluhan penari profesional dari EKI Dance Company. Di panggung itu, meskipun ada perbedaan, namun semuanya terasa menyatu dan sangat mengharukan.

Diperlukan latihan selama 3 bulan untuk menyiapkan pertunjukan tersebut. Sutradara EKI Update 3.1, Rusdy Rukmarata, mengatakan melatih anak-anak disabilitas memang butuh waktu lebih lama dan ketelatenan. Namun ia menyesuaikan diri dengan mereka serta lebih melihat kemauan kuat mereka.

“Saya tak melihat pada kesempurnaan mereka, namun pada keharmonisan semuanya,” ujarnya.

Wiwiek Teddy, Ketua YPAC Surabaya, mengapresiasi kerja sama tersebut dan langkah EKI Dance Company yang akan menyumbangkan seluruh hasil penjualan tiket yang kepada YPAC Surabaya. Ia mengatakan akan mengajak anak-anak YPAC untuk menonton pertunjukan tersebut.

“Saat kami membutuhkan banyak perbaikan dan tambahan perlengkapan, EKI Dance Company menawarkan kerja sama ini,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji