AUN J Orchestra; Kenalkan Alat Musik Klasik Jepang di ITS

AUN J Orchestra; Kenalkan Alat Musik Klasik Jepang di ITS

AUN J Orchestra; Kenalkan Alat Musik Klasik Jepang di ITS

Konser mini sebagai bagian dari peringatan atas hubungan diplomatik antara Jepang dan Indonesia

Surabaya, Kabarindo- Alunan merdu dari alat musik tradisional khas Negeri Sakura Jepang bergema memenuhi Plaza dr Angka, kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), pada Senin (4/3/2019).

Musik tersebut ditampilkan oleh grup musik asal Jepang, AUN J Classic Orchestra, yang dikemas dalam bentuk konser mini sebagai bagian dari peringatan atas hubungan diplomatik antara Jepang dan Indonesia yang telah berlangsung selama 81 tahun. Acara ini diharapkan menjadi sarana memperdalam pemahaman masyarakat Indonesia dan memperkuat hubungan antara kedua negara.

AUN J memperkenalkan budaya tradisional Jepang melalui alat musik khas mereka. Kelompok ini sebenarnya terdiri dari 8 personel, namun hanya diwakili tiga orang dalam penampilan di Surabaya. Mereka adalah Ryohei Inoue pemain Wadaiko (alat musik perkusi), Kohei Inouei pemain Shinobue (alat musik tiup) dan Shamisen (alat musik petik), serta Ishigaki Seiyama yang memainkan Shakuhachi (alat musik tiup).

Penampilan mereka disambut antusias dan diapresiasi penonton yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan karyawan. Tepuk tangan meriah bergema setiap kali AUN J usai membawakan lagu dari alat musik masing-masing dengan gaya yang tidak biasa.

“Kali ini kami tampil bertiga dulu untuk melihat respon dari masyarakat Indonesia, terutama Surabaya terhadap penampilan AUN J. Bila responnnya bagus, ada kemungkinan kami akan kembali ke Indonesia dengan full team,” ujar Ishigaki.

AUN J yang berdiri pada 2008 telah berkeliling ke lebih dari lima negara di ASEAN, termasuk Indonesia. AUN J. mengomposisi ulang alat musik tradisional Jepang yang biasanya tidak dimainkan bersama. Alat musik tradisional ini dikolaborasikan menjadi satu unit khusus alat musik yang mengutamakan karakter musiknya. Karakter musik ini dikolaborasikan dengan bagus, sehingga mudah dimengerti, simpel dan indah.

Konser tersebut diprakarsai oleh Konsulat Jepang bekerja sama dengan ITS, Surabaya Nihon Matsuri dan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Masaki Tani, berharap acara ini mampu menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antar kedua negara.

“Saya harap konser ini menguatkan ikatan persahabatan kedua negara sehingga menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD, menambahkan konser tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan ITS dengan universitas-universitas di Jepang. “Dengan kerja sama pertunjukan budaya seperti ini, saya harapkan dapat menarik minat mahasiswa ITS untuk lebih belajar budaya Indonesia maupun Jepang,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji