Asuransi Astra; Merevitalisasi PAUD Terpadu Cahaya Bunda & Kelompok Belajar ABK

Asuransi Astra; Merevitalisasi PAUD Terpadu Cahaya Bunda & Kelompok Belajar ABK

Asuransi Astra; Merevitalisasi PAUD Terpadu Cahaya Bunda & Kelompok Belajar ABK

Merupakan program CSR Pijar Ilmu

Surabaya, Kabarindo- Asuransi Astra meresmikan revitalisasi PAUD Terpadu Cahaya Bunda & Kelompok Belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) di Kupang Gunung Timur, kawasan eks lokalisasi Dolly, Surabaya, pada Kamis (12/9/2019).

Menurut Kepala Asuransi Astra Cabang Surabaya, Harris Halim, revitalisasi tersebut merupakan program CSR bidang pendidikan Pijar Ilmu dan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka HUT Asuransi Astra ke-63.

Revitalisasi ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap pendidikan, khususnya terhadap PAUD dan anak berkebutuhan khusus. Semoga bangunan yang sudah direnovasi ini dan sarana lainnya bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Pijar Ilmu Asuransi Astra telah merevitalisasi 25 PAUD di seluruh Indonesia. Harris mengatakan, PAUD Cahaya Bunda dipilih, karena memang perlu direvitalisasi dan kebetulan letaknya berdekatan dengan kantor Asuransi Astra di Surabaya.

Ia menjelaskan, bangunan yang dipakai PAUD tersebut merupakan milik Pemkot Surabaya yang sudah direnovasi Asuransi Astra agar lebih nyaman digunakan sebagai sarana belajar mengajar. Perusahaan ini merenovasi bangunan dengan mengecat bagian luar serta dalam gedung dengan gambar-gambar menarik agar anak-anak lebih bersemangat untuk belajar. Juga memperbaiki pintu, merombak ruangan agar anak-anak leluasa bermain dan belajar, memberikan peralatan tulis dan lainnya.

Ninuk, Kepala PAUD Cahaya Bunda, merasa gembira dan mengapresiasi upaya Asuransi Astra tersebut. Ia mengatakan, bantuan ini akan bermanfaat bagi sekolah tersebut dan meningkatkan semangat belajar para siswa.

Ia menyebutkan, di PAUD Cahaya Bunda terdapat sekitar 30 siswa PAUD dan ABK yang umumnya berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka diajar oleh 5 guru yang berupaya untuk mendidik mereka sebaik mungkin.

Penulis: Natalia Trijaji