Anjal & Tuna Grahita Unjuk Karya; dalam Surabaya Insight

Anjal & Tuna Grahita Unjuk Karya; dalam Surabaya Insight

Anjal & Tuna Grahita Unjuk Karya; dalam Surabaya Insight

Pamerkan 24 lukisan di Mercure Surabaya

Surabaya, Kabarindo- Anak-anak jalanan dan tuna grahita unjuk karya dalam pameran lukisan bertajuk Surabaya Insight yang berlangsung mulai 10 November 2018 di Mercure Grand Mirama Surabaya.

Event tersebut digelar Accor Hotel East Java bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Surabaya dalam rangka Hari Pahlawan. Anak-anak tersebut adalah asuhan Dinsos Surabaya. Mereka memamerkan 24 lukisan.

“Ini merupakan event rutin kami. Kali ini giliran anak-anak tuna grahita dan anjal yang ikut dalam pameran. Mereka turut andil dalam acara ini karena mereka merupakan bagian dari kita dan berhak mendapatkan apresiasi selayaknya kita yang normal,” ujar Treti Kristina Talent & Culture Manager.

Pameran dibuka oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Ia mengapresiasi pihak Accor Hotel dan Mercure yang telah memberikan ruang bagi anak-anak tersebut untuk memamerkan hasil karya mereka. Ia berharap, akan ada lebih banyak pihak yang peduli pada mereka.

Risma mengatakan, anak-anak berkebutuhan khusus dan anjal yang dibina di Liponsos Kalijudan dan Kampung Anak Negeri memiliki bakat di banyak bidang, di antaranya melukis, menyanyi, bermain musik dan olahraga. Bakat mereka kemudian diarahkan dan diasah oleh Dinsos Surabaya. Ia berharap mereka nantinya mampu hidup mandiri.

Kepala Dinas Sosial Surabaya, Supomo, mengatakan event tersebut bukan sekedar pameran dan menjual lukisan, namun agar masyarakat tahu bahwa anak-anak tersebut memiliki bakat istimewa.

Lukisan-lukisan tersebut ditawarkan dengan harga Rp.2 juta-Rp.7,5 juta. Namun ada yang lebih mahal. Misalnya lukisan berjudul ‘Ragamnesia’ karya M Yusuf dan ‘Kebunku’ karya Neneng yang sama-sama berukuran 145×145 cm dijual dengan harga Rp.15 juta.

Ada lukisan paling besar berukuran 270 cm x 135 cm berjudul ‘Mallaby de Auto’ dibandrol seharga Rp.30 juta. Lukisan ini memperlihatkan bangkai mobil yang dikendarai Brigadir Jenderal Mallaby yang tewas dalam serangan terkait dengan pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Penulis: Natalia Trijaji