Atasi Rambut Rontok; Dengan Hair Growth Therapy



Kontributor : Teks & Foto2: Natalia Trijaji (Kontributor Surabaya & Sekitarnya)

Menggunakan Platelet Rich Plasma dari darah sendiri

Surabaya, Kabarindo- Kerontokan rambut sering dialami pria maupun wanita yang bisa menimbulkan pitak atau kebotakan.

Banyak faktor yang menyebabkan kerontokan rambut yaitu genetik, kekurangan vitamin, terutama B12, asam folat, D dan biotin, kekurangan mineral, terutama zat besi dan zincum, serta kekurangan protein.

Kerontokan rambut bisa menimbulkan kecemasan, terutama bagi wanita yang menganggap rambut adalah mahkota. Banyak yang mempengaruhi kerontokan rambut yaitu stres psikis, trauma fisik, penyakit kulit tertentu dan beberapa faktor lain yang belum diketahui secara medis. Pada batas tertentu, kerontokan masuk kategori normal. Namun jika terjadi berlebihan, diperlukan penanganan ekstra.

Skin A Dermatology & Aesthetic Clinic menawarkan perawatan Hair Growth Therapy (HGT) yang menggunakan darah pasien sendiri yaitu PRP (Platelet Rich Plasma).

Dr. Agustina Tri Pujiastuti SpKK, menjelaskan PRP adalah produk autolog dari tubuh sendiri yang berasal dari plasma darah yang mengandung konsentrasi platelet (trombosit) cukup tinggi. Platelet banyak mengandung faktor pertumbuhan dan sitokin yang berperan penting dalam proses regenerasi jaringan baru termasuk rambut. Growth Factor ini bila disuntikkan ke folikel rambut yang tipis atau rontok akan memberikan nutrisi, merangsang peredaran darah dan merangsang pertumbuhan folikel rambut.

“lbarat pupuk alami, PRP akan memupuki folikel rambut yang kurus atau rontok menjadi gemuk dan tumbuh baru,” ujar dr. Tina, sapaan dr. Agustina, di acara gathering dalam rangka grand opening yang berlangsung hingga 31 Oktober 2017.

Sebelum memulai prosedur, dokter akan memeriksa keadaan folikel rambut pasien. Bila folikel rambut sudah benar-benar mati, maka dokter akan menyarankan terapi lain. Dokter juga memeriksa kondisi medis pasien secara umum, riwayat penyakit dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi saat memulai perawatan. Bila dinyatakan kurang baik, dokter akan memberikan supplemen untuk membantu efektivitas terapi.

Terapi PRP dimulai dengan mengambil darah dari pembuluh darah di lengan, lalu dimasukkan tabung khusus yang steril dan diproses untuk mendapatkan growth factor yang terbaik. Proses ekstraksi ini memakan waktu 30 menit. Sambil menunggu, kepala pasien diolesi krim anestesi untuk mengurangi rasa sakit saat penyuntikan.

Setelah PRP siap, dokter mulai menyuntikkan PRP di antara folikel yang bermasalah dengan kedalaman tertentu, lalu diakhiri dengan pemberian serum hair growth khusus untuk perangsangan folikel rambut yang dalam keadaan dormant atau tidur, supaya aktif kembali dengan suatu alat tertentu. Setelah terapi, pasien disarankan untuk tidak mencuci rambut selama 6 jam ke depan.

Terapi dilanjutkan minimal sekali sebulan. Umumnya pertumbuhan rambut dapat dilihat setelah 4 - 6x sesi, bergantung kondisi rambut. Hasil maksimal bisa diperoleh dengan mempertahankan hasil terapi, yaitu dengan mengaplikasikan shampo, hair tonic dan hair serum pada rambut yang telah dibersihkan. Selain itu, jika dibutuhkan, dokter akan memberikan obat oral atau vitamin untuk membantu merangsang pertumbuhan dan menyuburkan rambut.

“Pasien juga harus menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan sehat dengan gizi berimbang serta rutin berolahraga,” ujar dr. Tina.

Ia menambahkan, melakukan terapi HGT secara disiplin akan mempertahankan hasil yang telah dicapai, sehingga memiliki rambut dengan akar lebih kuat yang relatif permanen. Terapi sebaiknya terus dilakukan walaupun rambut sudah tumbuh semakin baik.

Sesuai usia, maintenance therapy bisa dilakukan dengan rentang waktu bervariasi. Untuk usia 25-40 tahun, terapi dilakukan sekali tiap 3-6 bulan. Untuk usia 40-50 tahun, sekali tiap 2-3 bulan. Untuk usia di atas 50 tahun, cukup sekali tiap 1-2 bulan.

HGT aman dilakukan bagi siapapun yang memiliki kualitas darah baik. Hampir tak ada efek samping, karena tubuh pasien menerima darah sendiri. Namun tidak disarankan bagi penderita diabetes yang tidak terkontrol, kelainan perdarahan, kanker atau tumor, infeksi aktif di tubuh, penyakit hati dan jumlah trombosit di bawah normal.

Orang yang mengonsumsi obat non-steroid, anti-inflamasi dan pengencer darah juga sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter. Begitu pula pada perokok dan peminum alkohol, sebaiknya menghentikannya supaya kualitas darahnya bersih. Semakin baik kualitas darah akan semakin baik pula hasil terapi ini.

“Pasien dengan pola hidup yang tidak sehat, kondisi imunitas rendah dan lansia membutuhkan pengulangan terapi lebih banyak dibandingkan pasien dengan imunitas tubuh yang baik dan berusia muda,” ujar dr.Tina.




Berita Lainnya
Presiden Jokowi; Siap Buka Rakernas APDESI Di Medan

Medan, Kabarindo- Presiden Joko Widodo.

Ia dijadwalkan membuka Rapat Kerja Nasional atau Rakernas Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia di Medan, Jumat.

"Ribuan kepala desa se


Bale Kambang & Gunungan; Mendunia Di Europalia Art Festival

Jakarta, Kabarindo- Pameran Seni Rupa Kontemporer Indonesia “LALU, KINI [Budaya Bendawi]” atau “PAST, PRESENT [Material Culture]” telah resmi dibuka
di Brussels dan Antwerp, Belgia, dalam rangka Europalia


Marlina; Jadi Jawara NETPAC Jury Award Di Polandia

Jakarta, Kabarindo- Dari rilis yang diterima redaksi.

Award tersebut dari Five Flavours Asian Film Festival. Festival ke 11 ini diadakan pada 15-22 November di ibukota Polandia,


HSBC Bersama Putera Sampoerna Foundation (PSF) Gandeng Sampoerna University (SU); Berdayakan Istri Nelayan Lewat Edukasi Keuangan

MAKASSAR, Kabarindo– Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung perluasan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, HSBC bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) dan Sampoerna University pada hari