Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Berita Utama > Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus; Dorong Orang Tua Optimalkan Potensi Anak

Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus; Dorong Orang Tua Optimalkan Potensi Anak

Berita Utama
Oleh : Natalia Trijaji

BAGIKAN :
Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus; Dorong Orang Tua Optimalkan Potensi Anak

Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus; Dorong Orang Tua Optimalkan Potensi Anak

Adakan workshop, pamerkan karya ABK serta tampilkan mereka menyanyi dan menari

Surabaya, Kabarindo- Selama ini, sebagian orang sering memandang rendah potensi yang dimiliki Anak Berkebutuhan Khusus atau biasa disebut ABK. Padahal mereka itu spesial, memiliki potensi dan kelebihan yang tidak atau belum diketahui masyarakat.

Untuk itu, Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus telah mengadakan workshop kreativitas untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa sebenarnya ABK memiliki potensi, bakat maupun minat yang dapat dioptimalkan.

Kegiatan tersebut diadakan di ruang kuliah anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, dan diikuti oleh 247 peserta, mulai dari terapis, guru sekolah, akademisi maupun pemerhati ABK.

Ketua Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus, Dr. dr. Sawitri Retno Hadiati, MQHC, memaparkan tentang yayasan yang dipimpinnya. Yayasan ini didirikan pada 2012 berdasarkan pengalaman pribadi dan tidak berbayar (gratis), dengan harapan dapat menjadi wadah bagi para orang tua ABK dan anak mereka.

“Para orang tua ABK bisa bertemu di sini, berbagi rasa maupun pengalaman tentang putra-putri mereka yang spesial,” tuturnya.

Saat ini sudah ada tiga cabang yayasan di Surabaya, Sidoarjo dan Mojokerto yang digunakan untuk berkegiatan, misalnya pelatihan fotografi, menyanyi, menari dan lainnya..

Dr. Sawitri menambahkan, yayasannya juga memberikan beasiswa istimewa, sekarang disebut beasiswa kreativitas, kepada dua ABK terpilih berdasarkan hasil seleksi, komitmen dan kerja sama orang tua. Mereka adalah M. Alif Wahyu dan Ryan Dwi. Beasiswa yang diberikan bukan berupa uang, melainkan fasilitas.

Dekan Fakultas Kedokteran Unair, Prof. Dr. dr. Sutojo, SpU (K) yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengatakan potensi ABK harus dioptimalkan untuk menciptakan generasi ABK yang mandiri secara finansial. Jika perlu, workshop diadakan 6 bulan sekali.

Pada kesempatan tersebut ditampilkan karya ABK berupa galeri foto hasil kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Juga ada hasil karya ABK lainnya seperti kerajinan tangan, totebag, aksesoris dan lukisan. Foto-foto yang dipamerkan dapat dibeli seharga Rp.5000 per lembar. Hasil penjualan akan disalurkan kepada ABK yang menciptakan karya tersebut.

Instruktur fotografi LPK, Dody S. Mawardi, mengatakan aktivitas fotografi tersebut dapat digunakan sebagai terapi visual dan kognisi bagi ABK. Disinilah orang tua ABK berperan penting dalam membimbing dan memperhatikan mereka agar potensi, bakat dan minat mereka dapat berkembang secara optimal.

Para ABK juga tampil menari dan menyanyi bersama orang tua mereka. Salah satu lagu yang dibawakan berjudul “Hanya Rindu” yang membuat suasana haru.

Workshop tersebut menghadirkan Roby Susanto, S.Psi, M.Psi, seorang psikolog, konselor sekaligus hypnotherapis yang menyampaikan materi berkaitan dengan cara menggali serta mengarahkan bakat dan minat ABK. Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi tentang deteksi dini gangguan THT oleh Dr. dr. Nyilo Purnami, Sp.THTKL.

Pembicara lainnya adalah Fajar Suryani, STr.Kes, okupasi terapis di RS Haji yang memberikan materi tentang cara meningkatkan fokus dan konsentrasi ABK. Materi ini juga mencakup tentang peran orang tua ABK.

“Minat ABK harus digali lebih lanjut dan diarahkan untuk mempersiapkan mereka agar mandiri secara finansial,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER