Walubi Jatim Dukung Vaksinasi Massal; Bantu Pelaksanaan Vaksinasi 103 Ribu Dosis

Walubi Jatim Dukung Vaksinasi Massal; Bantu Pelaksanaan Vaksinasi 103 Ribu Dosis

Walubi Jatim Dukung Vaksinasi Massal; Bantu Pelaksanaan Vaksinasi 103 Ribu Dosis

Berkomitmen siap membantu penanganan isu-isu sosial kemanusiaan

Surabaya, Kabarindo- Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) berkomitmen untuk selalu siap membantu penanganan isu-isu sosial kemanusiaan dengan bekerja sama dengan pemerintah maupun berbagai instansi.

Hal ini dilontarkan Plt Ketua DPD Walubi Jatim, Gito Sugiarto, di sela Pasamuan Daerah Perwakilan Umat Buddha Indonesia Jawa Timur (Walubi Jatim) di Diamond Room Grand City Convex pada Sabtu (9/10/2021). Acara ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Gito mengatakan, komitmen tersebut sudah dilaksanakan oleh pihaknya, di antaranya berpartisipasi dalam vaksinasi massal Covid-19 yang diadakan pemerintah daerah Jatim, berbagai instansi pemerintah maupun swasta. Ia menyebutkan, hingga kini Walubi Jatim telah membantu pelaksanaan vaksinasi sekitar 103 ribu dosis 1 & 2 yang ditujukan bagi lintas agama maupun masyarakat umum.

“Ini merupakan perwujudan komitmen kami dalam membantu pemerintah dalam menangani Covid-19. Kami juga siap ambil bagian dalam penanganan isu-isu sosial kemanusiaan lainnya, misalnya jika terjadi bencana alam,” ujarnya.

Menurut Gito, aksi peduli sosial juga dilaksanakan Walubi Jatim menjelang setiap perayaan hari besar agama Buddha. Misalnya menjelang perayaan Waisak selalu diadakan bakti sosial seperti operasi katarak gratis, pembagian sembako kepada masyarakat, donor darah dan bersih-bersih Taman Makam Pahlawan (TMP).

Terkait pasamuan, Gito mengatakan, dalam kegiatan tersebut dibahas tentang laporan pertanggung jawaban Plt Ketua DPD Walubi Jatim, musyawarah pemilihan pengurus Walubi Jatim periode 2021-2025 dan pelantikan pengurus DPD Walubi Jatim periode 2021-2025.

Khofifah mengapresiasi perhatian dan kontribusi yang telah diberikan Walubi Jatim dalam menangani isu-isu sosial kemanusiaan, termasuk membantu Pemprov Jatim dalam menangani Covid-19. Ini merupakan wujud penerapan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

“Membangun hubungan antar umat beragama itu sangat penting. Persatuan harus dijaga. Jangan sampai kita tercerai berai, karena akan merugikan masyarakat dan bangsa Indonesia sendiri,” ujarnya.

Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah untuk memperkuat persaudaraan dan membangun kerja sama dalam mewujudkan kesejahteraan di Jatim.

“Ayo kita guyup rukun, saling menghormati, menghargai dan bahu-membahu. Maka akan tercipta mutual understanding, persaudaraan dan kerja sama yang baik,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji