KABARINDO, JAKARTA — Semangat kompetisi di panggung Indonesian Basketball League (IBL) musim 2026 semakin terasa memasuki pertengahan musim. Persaingan antar tim semakin sengit, kualitas pertandingan meningkat, dan antusiasme penonton di arena pun terus bertumbuh.
Momentum tersebut kini akan mencapai salah satu puncaknya melalui gelaran IBL All-Star 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 11 April 2026 di **Bandung, Jawa Barat. Ajang tahunan yang selalu dinantikan penggemar basket nasional ini hadir dengan konsep baru yang lebih interaktif—memberikan ruang lebih besar bagi fans untuk ikut menentukan jalannya pertandingan.
Direktur Utama Indonesian Basketball League, Junas Miradiarsyah, mengatakan hingga pekan ke-9 kompetisi musim ini sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif bagi liga basket profesional tertinggi di Indonesia tersebut.
Menurutnya, meningkatnya kualitas pertandingan membuat kompetisi semakin menarik untuk disaksikan.
“Pertandingannya makin sengit dan peta persaingan juga berubah dari tahun lalu. Penonton juga meningkat. Dari tahun ke tahun kita memang terus mengalami peningkatan,” ujar Junas di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Format Baru: Fans Menentukan Kapten
Salah satu inovasi utama dalam IBL All-Star 2026 adalah mekanisme pemilihan kapten tim yang sepenuhnya ditentukan melalui voting penggemar.
Dalam sistem tersebut, dua pemain dengan jumlah suara terbanyak dari fans otomatis ditetapkan sebagai kapten tim All-Star. Kedua kapten kemudian melakukan proses draft untuk memilih pemain yang akan memperkuat tim masing-masing.
Hasil voting fans menempatkan Yudha Saputera di posisi pertama sebagai peraih suara terbanyak, disusul oleh Andakara Prastawa Dhyaksa di posisi kedua.
Dengan demikian, keduanya resmi menjadi kapten dalam pertandingan utama All-Star.
“Dua pemain dengan voting tertinggi otomatis menjadi kapten. Kemarin Yudha peringkat pertama dan Prastawa kedua. Mereka kemudian melakukan draft untuk memilih pemain di timnya masing-masing,” jelas Junas.
Dalam format baru ini, masing-masing kapten akan memimpin tim yang terdiri dari 12 pemain, termasuk tiga pemain asing yang juga dipilih melalui proses draft.
Tak hanya menentukan pemain, para kapten juga memiliki kewenangan untuk menunjuk pelatih yang akan memimpin tim mereka dalam pertandingan All-Star—sebuah elemen baru yang menambah warna strategi dalam laga ekshibisi tersebut.
Dalam proses tersebut, Andakara Prastawa Dhyaksa memilih David Singleton sebagai pelatih kepala timnya. Sementara Yudha Saputera menunjuk pelatih Borneo Hornbills, Cesar, untuk memimpin tim pilihannya.
Lebih dari Sekadar Pertandingan
Bagi IBL, ajang All-Star bukan sekadar laga ekshibisi yang mempertemukan para pemain terbaik. Lebih dari itu, acara ini dirancang sebagai perayaan besar bagi komunitas basket Indonesia.
Selain pertandingan utama, rangkaian IBL All-Star 2026 juga akan dikemas dalam format festival olahraga dan hiburan yang menghadirkan berbagai kegiatan pendukung.
Pengunjung yang datang ke arena tidak hanya menyaksikan aksi para bintang basket, tetapi juga dapat menikmati aktivitas komunitas, program aktivasi sponsor, hingga panggung hiburan musik.
Salah satu penampil yang telah dikonfirmasi hadir adalah penyanyi Adrian Khalif, yang akan membawakan sejumlah lagu populer di panggung hiburan acara tersebut.
Selain itu, grup musik Moluccan Soul juga dijadwalkan tampil untuk menambah semarak suasana dengan nuansa musik khas Indonesia Timur.
Panitia menyebutkan bahwa masih akan ada sejumlah bintang tamu lain yang akan diumumkan menjelang pelaksanaan acara pada April mendatang.
Junas menegaskan bahwa konsep festival ini sengaja dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih luas bagi para penggemar basket.
“Kita ingin All-Star ini menjadi hiburan untuk fans, bukan hanya pertandingan. Ada musik, festival, dan berbagai aktivitas yang melibatkan penggemar basket,” kata Junas.
Dengan konsep baru yang lebih inklusif dan interaktif ini, Indonesian Basketball League berharap IBL All-Star 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi para pemain terbaik liga, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komunitas basket nasional sekaligus memperluas basis penggemar olahraga ini di Tanah Air.





