Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Gaya hidup > Tren Kecantikan 2022: Dagu Natural Lebih Cantik dan Alami , Bye Dagu Runcing!

Tren Kecantikan 2022: Dagu Natural Lebih Cantik dan Alami , Bye Dagu Runcing!

Gaya hidup
Oleh : Sebastian Renaldi

BAGIKAN :
Tren Kecantikan 2022: Dagu Natural  Lebih Cantik dan Alami , Bye Dagu Runcing!

KABARINDO, DEPOK- V-shape sempat menjadi tren kecantikan beberapa tahun ke belakang. Bukan rahasia lagi, para wanita rela melakukan filler atau operasi plastik demi mendapatkan wajah berbentuk 'V' yang tirus dengan dagu lancip.

Sejumlah dokter estetika pun kerap memunculkan stereotip bahwa bentuk V-shape adalah standarisasi bentuk wajah yang ideal. Tren V-shape itu lantas menjadi berlebihan dan salah kaprah bagi sejumlah orang.

"Mungkin berapa tahun lalu itu banyak dagunya kayak bambu runcing, mukanya kecil banget sampai kayak pizza itu haram banget," kata Dokter Stiven Eli dari Derma Express Depok.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, menurut Dokter Stiven, dagu yang berbentuk natural akan menjadi tren pada tahun 2022. Pasalnya, para wanita ingin terlihat cantik dan dinilai alami di depan para rekannya. Sehingga, mereka pun akan menduga perubahan tersebut efek dari usahanya sendiri, olahraga misalnya.

"Dagu yang natural, tidak kotak dan tidak juga sampai tajam, yang kalau ketemu teman, keluarga mereka cuman bilang kok mukanya tambah cantik tambah tirus tapi nggak bisa nunjuk yang berubah di mana, target idealnya kayak gitu," kata Dokter Stiven.

"Jadi mereka nanya turun berapa kilo bukan filler di mana," tambahnya.

Lebih lanjut, Dokter Stiven mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak sekadar mengikuti tren kekinian saja perihal skin care, seperti serba Korea. Ya, tren kecantikan Korea memang selalu menjadi primadona di Indonesia. Tak jarang, para wanita memilih produk-produk dari Negeri Gingseng itu dengan anggapan akan memiliki kulit putih dan mulus bak wanita Korea.

Dokter Stiven menjelaskan, kulit wanita ataupun pria Indonesia memiliki tipe serta karakteristik yang berbeda setiap orangnya. Sehingga, masyarakat Indonesia diharapkan lebih berhati-hati dalam pemilihan produk dan tidak hanya ikut-ikut saja.

"Semuanya harus sesuai dengan medis, sesuai edukasi." pungkasnya

Sumber: okezone.com

Foto: root-coders.blogspot.com


RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER