Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Ekonomi & Bisnis > Tiga Resep Penting; Dorong Pemberdayaan Muslim Millennial untuk Indonesia Maju

Tiga Resep Penting; Dorong Pemberdayaan Muslim Millennial untuk Indonesia Maju

Ekonomi & Bisnis
Oleh : Natalia Trijaji

BAGIKAN :
Tiga Resep Penting; Dorong Pemberdayaan Muslim Millennial untuk Indonesia Maju

Tiga Resep Penting; Dorong Pemberdayaan Muslim Millennial untuk Indonesia Maju

Cinta ilmu, cinta integritas mulia dan cinta waktu yang bermanfaat

Surabaya, Kabarindo- Bank Indonesia terus berkomitmen dalam perkembangan ekonomi dan keuangan Syariah di Indonesia, salah satunya dalam hal pengembangan sumber daya manusia melalui pemberdayaan umat.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan Tabligh Akbar pada Rabu (29/9/2021) yang mengambil tema “Mewujudkan Kemajuan Ekonomi Melalui Pemberdayaan Umat dalam Perspektif Islam” sebagai rangkaian kegiatan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa 2021.

Tema yang berkaitan dengan peran pemberdayaan ekonomi umat bertujuan meningkatkan produktivitas bagi santri, pesantren dan alumni pesantren. Hal ini seiring dengan proyeksi peningkatan jumlah usia produktif yang mencapai 64% dari jumlah penduduk sekitar 297 juta jiwa, yang menjadi puncak dari bonus demografi Indonesia pada 2030 mendatang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawansah, KH. Reza Ahmad Zahid dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri serta KH. Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar) dari Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri.

Budi Hanoto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, mengatakan acara Tabligh Akbar dibawakan oleh duet dai muda dari Jatim, Gus Reza dan Gus Kautzar, yang mewakili semangat dari ustad-ustad muda untuk melakukan syiar Islam terutama terhadap generasi millennial.

Ia menambahkan, dalam perspektif Islam, ada 3 hal yang menjadi resep pemberdayaan muslim millennial untuk Indonesia maju. Pertama, cinta ilmu. Sebagai umat Islam, kita harus terus meningkatkan spirit untuk menuntut ilmu agar bisa meraih pahala. Kedua, cinta integritas mulia yang dapat menjadi katalis untuk membantu menyeimbangkan laju pembangunan bersama dengan ahlaqul karimah. Ketiga, cinta waktu yang bermanfaat.

Tabligh Akbar ini dan kegiatan-kegiatan Fesyar Regional Jawa 2021 lainnya yang akan berlangsung hingga 2 Oktober 2021 dapat menjadi motor penggerak pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat regional, sehingga mampu menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Penulis: Natalia Trijaji


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER