Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

-advertising-

Beranda > Ekonomi & Bisnis > SKK Migas Alokasikan 58 Kargo untuk PLN pada 2022

SKK Migas Alokasikan 58 Kargo untuk PLN pada 2022

Ekonomi & Bisnis | Kamis, 6 Januari 2022 | 09:41 WIB
Editor : Sarah Anastasia

BAGIKAN :
SKK Migas Alokasikan 58 Kargo untuk PLN pada 2022

KABARINDO, JAKARTA – Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas, Arief Setiawan Handoko mengatakan pihaknya telah mengalokasikan 58 kargo dari kilang LNG Bontang dan Tangguh untuk memenuhi kebutuhan sektor kelistrikan pada tahun ini.

“Saat ini seluruh pihak terkait sedang memastikan ketersediaan energi untuk kelistrikan, khususnya di kuartal I tahun 2022,” kata Arif.

Sebelumnya PLN mengalami kekurangan pasokan batu bara dan LNG yang mengancam 10 juta pelanggan di Jawa, Madura, Bali (Jamali) dan non-Jamali. Pemerintah memutuskan untuk menyetop ekspor batu bara pada bulan ini untuk memenuhi kebutuhan PLN tersebut.

"Kita tahu bersama bahwa ke depan peran gas alam, termasuk LNG, akan semakin strategis sebagai energi transisi menuju net zero emission. Dalam proses tersebut, SKK Migas memastikan bahwa sektor hulu migas sudah dan tetap akan berkomitmen memasok LNG untuk pembangkit listrik," tambah Arief.

Lebih jauh ia mengatakan realisasi pasokan LNG untuk PT PLN (Persero) dari kedua Kilang Tangguh dan Bontang mencapai 58 kargo di tahun 2019, 40 kargo di 2020, dan 54 kargo di 2021.

"Semua kebutuhan bisa dipenuhi, termasuk beberapa permintaan yang secara tata waktu berubah dari jadwal semula" pungkas Arief.

Bahkan menurut catatan SKK Migas, terdapat kargo-kargo yang secara kontraktual sudah disiapkan, namun tidak terserap oleh PLN yaitu sebanyak 13 kargo di tahun 2020 dan 11 kargo di tahun 2021.

Arief menegaskan bahwa LNG merupakan komoditas yang butuh waktu untuk menyiapkannya. SKK Migas berharap seluruh kargo yang disiapkan untuk PLN dapat diserap. “Perencanaan penggunaan bahan bakar LNG untuk sektor kelistrikan diharapkan dapat dibenahi ke depannya untuk memastikan pasokan aman bagi pembeli dan kesinambungan produksi bagi penjual” ujarnya.

Sektor hulu migas mulai memasok LNG untuk domestik di tahun 2012. Saat itu volume pasokan untuk domestik masih sebesar 14 kargo. Jumlah tersebut terus meningkat dengan angka tertinggi sebesar 60,6 kargo di tahun 2019. Turunnya permintaan LNG akibat pandemi, di tahun 2020 pasokan LNG untuk domestik turun ke 44,9 kargo. Namun, di 2021, tren kembali naik dengan jumlah pasokan mencapai 56 kargo. Dari pasokan LNG untuk domestik tersebut, pasokan untuk sektor kelistrikan menjadi yang paling tinggi. Contohnya di tahun 2021, dari total pasokan 56 kargo, pasokan untuk sektor kelistrikan mencapai 54 kargo. Sisanya, untuk sektor industri. Artinya, 96,5 persen pasokan LNG untuk domestik digunakan oleh sektor kelistrikan.

"Komitmen untuk mendukung sektor kelistrikan ini akan terus kami jaga seiring semakin strategisnya peranan gas alam sebagai energi transisi," pungkas Arief. (Foto: WIkipedia)


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER