Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Internasional > Situs Kementerian Kesehatan Brasil Diretas, Data Vaksinasi Ditahan Peretas

Situs Kementerian Kesehatan Brasil Diretas, Data Vaksinasi Ditahan Peretas

Internasional
Oleh : Hauri Yan

BAGIKAN :
Situs Kementerian Kesehatan Brasil Diretas, Data Vaksinasi Ditahan Peretas

KABARINDO, BRASILIA - Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan bahwa situs webnya pada hari Jumat (10/12) diserang oleh peretas hingga melumpuhkan beberapa sistem, termasuk informasi tentang program imunisasi nasional dan sistem lain yang digunakan untuk mengeluarkan sertifikat vaksinasi digital.

Akibat serangan ini, penerapan persyaratan kesehatan baru bagi para pelancong yang tiba di Brasil ditunda selama seminggu.

Sebelumnya, hari Selasa (7/12), pemerintah Brasil memutuskan, di antaranya, mulai hari Sabtu (11/12), para pelancong yang tidak divaksinasi harus dikarantina selama lima hari dan diuji untuk COVID-19 begitu tiba di negara itu.

"Kementerian kesehatan melaporkan bahwa pada Jumat dini hari, terjadi insiden yang untuk sementara mengganggu beberapa sistemnya ... yang saat ini tidak tersedia," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Terduga peretas, yang menyebut diri mereka Lapsus$ Group" memposting pesan di laman negara itu, yang menyatakan bahwa data internal telah disalin dan dihapus. "Hubungi kami jika Anda ingin datanya kembali," katanya, dalam serangan ransomware.

Pesan tersebut, yang mencakup email dan info kontak Telegram, telah dihapus pada Jumat sore, tetapi lamannya masih tidak aktif, sementara itu data pengguna di aplikasi ConectSUS yang menyediakan sertifikat vaksinasi bagi warga Brasil telah menghilang.

Kementerian mengatakan sedang bekerja untuk memulihkan sistemnya. Pada konferensi pers, Wakil Menteri Kesehatan Rodrigo Cruz mengatakan akses ke data vaksinasi masih belum pulih pada Jumat malam. Cruz mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah data tersebut telah hilang.

Formulir pelacakan COVID-19 untuk penumpang maskapai yang tiba masih tersedia di laman regulator kesehatan Anvisa yang tidak ditargetkan para peretas. *** (Sumber: Reuters; Foto: Wikipedia)


RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER