Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Internasional > Sejarah Konflik Iran vs Israel: Dari Sekutu hingga Musuh Bebuyutan

Sejarah Konflik Iran vs Israel: Dari Sekutu hingga Musuh Bebuyutan

Internasional | 1 jam yang lalu
Editor : Orie Buchori

BAGIKAN :
Sejarah Konflik Iran vs Israel: Dari Sekutu hingga Musuh Bebuyutan

KABARINDO, TEHERAN - Konflik antara Iran dan Israel merupakan salah satu rivalitas paling tajam di Timur Tengah. Hubungan kedua negara berubah drastis sejak Revolusi Islam 1979 dan terus berkembang dari perang bayangan menjadi konfrontasi terbuka.

Awalnya Sekutu

Sebelum 1979, Iran di bawah Shah memiliki hubungan diplomatik yang relatif baik dengan Israel. Namun setelah Revolusi Islam yang dipimpin Ruhollah Khomeini, Iran mengadopsi sikap anti-Israel dan menjadikan dukungan terhadap Palestina sebagai bagian dari kebijakan luar negerinya.

Perang Proxy

Sejak 1980-an, Iran mendukung kelompok seperti Hezbollah di Lebanon dan Hamas di Gaza. Israel menilai dukungan ini sebagai ancaman langsung terhadap keamanannya. Sebaliknya, Israel kerap melakukan serangan terhadap target Iran di Suriah untuk membatasi pengaruh Teheran.

Isu Nuklir dan Eskalasi

Program nuklir Iran menjadi titik ketegangan utama. Israel menganggap ambisi nuklir Iran sebagai ancaman eksistensial. Ketegangan meningkat pada 2024 ketika Iran dan Israel saling meluncurkan serangan langsung setelah insiden di Damaskus.

Pada Juni 2025, Israel menyerang sejumlah fasilitas strategis Iran, termasuk kompleks nuklir Natanz Nuclear Facility. Iran membalas dengan rentetan misil dan drone ke wilayah Israel. Konflik berlangsung singkat namun intens sebelum gencatan senjata dicapai.

Situasi Terkini

Meski tidak dalam perang terbuka, hubungan kedua negara tetap sangat tegang. Serangan siber, operasi intelijen, dan konfrontasi tidak langsung melalui sekutu regional masih terus berlangsung.

Intinya, konflik Iran–Israel berakar pada perbedaan ideologi, persaingan pengaruh regional, dan kekhawatiran soal senjata nuklir—menjadikannya salah satu konflik paling berbahaya di kawasan Timur Tengah.


RELATED POST


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER