TWSLive : Bocoran RTP Live Slot Gacor Tertinggi Hari Ini
Beranda > Iptek > Sardini Sayyidatunnisa, Putri Asal Makassar Raih Doktor Nuklir di Jepang Dalam Usia Muda

Sardini Sayyidatunnisa, Putri Asal Makassar Raih Doktor Nuklir di Jepang Dalam Usia Muda

Iptek
Oleh : Orie Buchori

BAGIKAN :
 Sardini Sayyidatunnisa, Putri Asal Makassar Raih Doktor Nuklir di Jepang Dalam Usia Muda

KABARINDO, JAKARTA- Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Begitu tamzil disematkan kepada keluarga terpelajar Dr Sirajuddin Sailellah SH dan Dra. Hj. Sarbiati Saleng SH.

Ya, putri mereka, Dr.Eng. Sardini Sayyidatunnisa Sailellah,ST.,M.Eng meraih doktor pada Program S3 Teknik Nuklir Institute Technology Tokyo Japan, Sabtu, 24 November 2022 dalam usia muda, 26 tahun.

Sardini adalah putri pasangan Makassar-Bugis; ayah asal Gowa dan ibunya asal Palopo.

Ayah Sardini bekerja di Pusdiklat Kumdil Mahkamah Agung sedang ibunya adalah Kepala Tinggi Pengadilan Agama Jakarta Utara.

Sardini yang menamatkan SMA Al-Alhar Kelapa Gading, Jakarta, sejak kecil sudah menampakkan kecerdasan di sekolah. Dara kelahiran Palopo ini kemudian kuliah di UGM jurusan Teknik Nuklir atas keinginan sendiri.

 Sardini Sayyidatunnisa, Putri Asal Makassar Raih Doktor Nuklir di Jepang Dalam Usia Muda

Menurut ayahnya, lima orang putra-putrinya semua lepasan UGM, sementara si bungsu Radiat Ulil Azmi Sailellah tengah menyusun skripsi untuk raihan sarjana ekonomi.

Tampaknya kelima anaknya mengikuti jejak ayahnya yang juga meraih doktor hukum di UGM. Sirajuddin meluaskan anaknya memilih bidang studi yang mereka minati termasuk jurusan Teknik Nuklir yang langka dan tidak familiar bagi wilayah perempuan.

Belum mengenggam ijazah doktor pun, Sardini sudah ditawari pekerjaan dari berbagai lembaga sejumlah negara lebih-lebih karena bidang profesi ini sulit mendapat tempat di Indonesia. Bahkan badan tenaga atom nuklir PBB sudah melayangkan penawaran untuk bergabung di lembaga dunia itu.

Tak sampai di situ, kesuksesan Sardini disusul pula oleh saudaranya Sardila yang sedang menyelesaikan disertasi doktor jurusan Geofisika Tohuku University Japan di Sendai. Mereka berdua mendapat beasiswa untuk studi tingkat doktoral di negeri Sakura itu. Kedua lolos setelah terseleksi oleh beberapa profesor.

Dua perempuan ini sejak kecil se kelas sehingga ayahnya kerap menukar namanya. Setamat SMA mereka sama-sama kuliah di UGM pada jurusan yang berbeda.

Dua adiknya yang lain adalah Sardiansyah Haerul Imam Sailellah meraih SH dan Muh Rifat Sailellah dari filsafat. Keduanya alumni UGM.

Komplet sudah; ayah anak, sesama alumni dan apabila reunian mereka bisa berangkat bareng.


RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER