Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Iptek > Qlue dan HPE Enterprise; Dorong Transformasi Bisnis Digital

Qlue dan HPE Enterprise; Dorong Transformasi Bisnis Digital

Iptek
Oleh : Natalia Trijaji

BAGIKAN :
Qlue dan HPE Enterprise; Dorong Transformasi Bisnis Digital

Qlue dan HPE Enterprise; Dorong Transformasi Bisnis Digital

Melalui teknologi sistem pengawasan demi pemulihan ekonomi

Surabaya, Kabarindo- Qlue, penyedia ekosistem smart city terlengkap di Indonesia, dan HPE Enterprise mendorong transformasi digital untuk industri di Indonesia.

Salah satu aspek penting dari transformasi digital itu adalah dengan mengintegrasikan sistem pengawasan di perusahaan-perusahaan demi operasional bisnis yang efisien. Hal ini sejalan dengan denyut perekonomian nasional yang mulai terasa seiring dengan pemulihan aktivitas dunia usaha di era pandemi Covid-19 ini.

Founder dan CEO Qlue, Rama Raditya, mengatakan transformasi bisnis merupakan suatu hal yang tidak dapat dibendung. Cepat atau lambat, kebutuhan teknologi digital perusahaan akan semakin tinggi untuk menyesuaikan dengan tren yang berkembang di pasar. Hal ini membuat perusahaan yang cepat bertransformasi akan bisa memanfaatkan ceruk pasar yang semakin membesar.

Dalam pengembangan teknologinya, Qlue memiliki solusi smart city yang fleksibel. Qlue dapat mengimplementasikan teknologi pengolahan data pada komputasi awan atau cloud computing, komputasi tepi atau edge computing, data center bersifat on-premise atau kombinasi di antaranya.

Teknologi tersebut dikembangkan oleh Qlue demi menjangkau lebih banyak klien dan pengguna. Sebab pemanfaatan solusi Qlue dapat diimplementasikan secara fleksibel sesuai dengan preferensi dan infrastruktur yang dimiliki oleh perusahaan klien. Sistem pengawasan yang dikembangkan perusahaan juga bisa semakin terintegrasi dan memberikan berbagai rekomendasi demi mengelola akuntabilitas operasional bisnis.

“Dalam pandangan kami, salah satu solusi agar bisnis bisa berjalan secara optimal dan efisien, harus ada sistem pengawasan yang terintegrasi. Pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) juga terbukti dapat membantu kinerja perusahaan. Kami mencatat efisiensi operasional pengguna teknologi dari solusi Qlue ini bisa meningkat 70% dibanding biaya operasional sebelumnya,” ujar Rama.

Qlue juga terus berkomitmen mendorong terwujudnya Indonesia Smart Nation melalui pemanfaatan teknologi-teknologi kecerdasan buatan. Salah satu komitmen itu diwujudkan dengan menggelar diskusi publik dan technology update sebagai wahana peningkatan wawasan dan saling berbagi informasi berjudul “QlueTalk: Mengoptimalkan Solusi Bisnis Melalui Integrasi Sistem Pengawasan Berbasis AI”.

Era pandemi saat ini juga telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan dunia. Hal ini membuat transformasi digital menjadi kebutuhan bagi perusahaan. Berdasarkan survei yang dirilis oleh Gartner, secara global, permintaan produk digital meningkat hingga 83% tahun ini. Para pelaku bisnis dunia juga telah menyesuaikan untuk meningkatkan pengeluaran di sektor teknologi informasi hingga 7% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Keberadaan teknologi-teknologi baru seperti augmented reality (AR), virtual reality (VR), internet of things (IoT), 5G dan blockchain bisa ikut dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha kecil dan menengah berkat fleksibilitas pilihan dan nilai investasi yang terjangkau.

Country Product Manager Hewlett-Packard Enterprises (HPE) Pungky Sulistyo mengatakan, teknologi komputasi memiliki keunggulan dalam aspek pengelolaan dan pendistribusian data yang lebih cepat. Teknologi komputasi yang dikembangkan oleh HPE ini sendiri merupakan teknologi yang berbasis edge computing, dengan mengubah mekanisme pengawasan dari hilir menjadi ke hulu teknologi.

HPE sendiri mencatat pemanfaatan teknologi edge computing ini bisa mendorong efisiensi perusahaan dalam aspek biaya operasional hingga 50%. Dengan memindahkan sistem analisis di awal, maka sistem pengawasan secara operasional bisa lebih cepat memberikan notifikasi sehingga prosesnya bisa lebih efektif dan bersifat antisipatif.

“Contoh praktisnya adalah pemanfaatan aplikasi penunjuk jalan Google Maps. Pengguna jalan pasti sudah menikmati manfaat dari aplikasi tersebut. Itu merupakan bagian dari edge computing yang teknologinya terus dikembangkan oleh HPE, karena aplikasi itu langsung digunakan di gawai pengguna. Cloud computing maupun edge computing bersifat saling melengkapi, sehingga aplikasinya akan bergantung dari kebutuhan transformasi digital perusahaan tersebut. Tapi yang jelas, sistem pengawasan terintegrasi ini sudah menjadi kebutuhan yang krusial bagi dunia usaha saat ini,” ujar Rama.


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER