Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Hukum & Politik > Polda Jateng Beri Tanggapan Video Viral Ratusan Polisi Kepung Warga di Masjid Wadas

Polda Jateng Beri Tanggapan Video Viral Ratusan Polisi Kepung Warga di Masjid Wadas

Hukum & Politik
Oleh : Daniswara Kanaka

BAGIKAN :
Polda Jateng Beri Tanggapan Video Viral Ratusan Polisi Kepung Warga di Masjid Wadas

KABARINDO, WADAS - Video viral ratusan polisi mengepung warga di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah. Dalam potongan video tersebut terlihat pengepungan tersebut terjadi di sebuah masjid.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes M Iqbal Alqudusy memberikan penjelasan terkait 23 orang ditangkap di Wadas, kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo pada Selasa (8/2) kemarin.

Ia menjelaskan jika penangkapan dilakukan di luar masjib, bukan di lokasi istigasah. Ia juga menyebutkan terdapat potongan video yang dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk provokasi.

“Itu bukan di istigasah, itu di luar masjid,” kata Iqbal, Rabu (9/2/2022).

Iqbal kemudian mengirimkan video yang memperlihatkan pasukan kepolisian sedang menbarikade dan memberikan pengamanan terhadap warga yang berada di masjid.

Menurutnya, di lokasi memang ada warga yang sengaja memprovokasi warga dan membawa senjata tajam. Polisi pun mengambil sikap tegas dengan menangkap para provokator.

“Ke-23 orang tersebut saat akan diamankan sengaja berlindung di rumah-rumah penduduk dan juga sengaja menjadikan anak-anak dan wanita sebagai tameng agar tidak ditangkap petugas. Cara-cara seperti ini sudah mereka lakukan pada April 2021,” jelas Iqbal.

“Karena keberadaan mereka sudah membahayakan jiwa dan harta benda warga lainnya, akhirnya petugas reserse melakukan upaya penangkapan tanpa menggunakan cara-cara kekerasan dan sesuai SOP,” imbuhnya.

Sebenarnya pihak polisi juga sudah meminimalisir agar tidak terjadi benturan. Namun, di lokasi banyak bermunculan kelompok dengan senjata tajam. Polisi pun berusaha menangkap kelompok tersebut, namun mereka sengaja berlindung di rumah penduduk.

Iqbal pun membantah tudingan jika polisi asal masuk ke rumah warga saat melakukan penangkapan.

“Polisi sudah public address agar tidak ada benturan di masyarakat Wadas sendiri. Langkah-lahkah Polri sudah sesuai SOP. Tetapi ada provokasi.

Saat akan diamankan mereka lari ke rumah penduduk. Hoaks kalau polisi asal masuk rumah penduduk. Yang benar adalah polisi mengejar provokator yang masuk rumah penduduk. Menggunakan cara-cara itu mereka (merekam) video dan viral provokasi,” ujar Iqbal.

Lebih lanjut Iqbal mengatakan jika terdapat warga yang tidak setuju dengan opsi pengukuran tersebut seharusnya bisa menggunakan jalur damai. Namun, di lapangan kondisinya berbeda, terdapat kelompok yang mengancam dan melakukan provokasi.

“Dalam kegiatan pengamanan dan pendampingan tersebut petugas gabungan sebelum masuk desa Wadas telah terus melaksanakan imbauan-imbauan agar selalu menjaga kamtibmas, menghormati hak warga yang lain yang sudah memilih setuju dengan opsi pengukuran, dan jika ada warga yang tidak setuju agar gunakan cara yang damai jauhi kekerasan, namun kenyataannya pada saat proses pengukuran ternyata didapati sekelompok warga yang mengancam kelompok yang lain yang setuju pengukuran dan memprovokasi,” jelas Iqbal.

Sumber: Detik.com

Foto: Dok. Polda Jateng


RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER