Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Ekonomi & Bisnis > Perubahan Filosofi Avanza dan Xenia

Perubahan Filosofi Avanza dan Xenia

Ekonomi & Bisnis
Oleh : Mulkia Hakim

BAGIKAN :
Perubahan Filosofi Avanza dan Xenia

Oleh: James Luhulima

Pengamat Otomotif dan Penulis Buku

Avanza/Xenia Baru Bukan Hanya Berganti Model…

Ini perubahan besar karena mencakup perubahan filosofi.

Tahun 2021 merupakan tahun yang sangat bersejarah bagi Avanza/Xenia. Setelah 17 tahun, sosok Avanza/Xenia berubah total. Dari luar (eksterior) selain berganti sosok, Avanza/Xenia juga memindahkan roda penggerak, dari ban belakang ke ban depan, sama seperti pesaing-pesaingnya. Suzuki Ertiga, dulu Nissan Grand Livina, Mitsubishi Xpander dan juga Nissan Livina. Dari dalam (interior), juga banyak yang berubah. Fiturnya semakin banyak dan lengkap. Bahkan, setirnya pun tilt (dapat dinaikkan-diturunkan) dan telescopic (dapat didekatkan-dijauhkan).

Perubahan Avanza/Xenia itu sangat signifikan. Oleh karena yang berubah bukan hanya pada sosok dan perpindahan roda penggerak dari belakang ke depan, akan tetapi juga pada filosofi yang mendasari pembuatan Avanza/Xenia sendiri.

Filosofi yang mendasari pembuatan Avanza/Xenia, sama seperti filosofi yang mendasari pembuatan Toyota Kijang lama (sebelum Innova). Yakni menyediakan mobil dengan harga terjangkau dan mudah dirawat dan murah biaya perawatan serta memiliki daya tahan (andal).

Pada saat Toyota Kijang pertama kali diluncurkan, di banyak wilayah di Indonesia kondisi jalannya masih sangat memprihatinkan. Dan, bengkel-bengkel mobil pun jumlahnya masih sangat terbatas jumlahnya. Oleh karena itu mobil harus dibuat sesederhana mungkin agar memiliki daya tahan serta mudah dan murah dirawat. Masyarakat pun pada masa itu lebih mencari mobil yang fungsional ketimbang mobil yang nyaman.

Itu pula yang membuat Kijang dan Avanza/Xenia menggunakan penggerak roda belakang. Mobil-mobil berpenggerak roda belakang lebih tahan lama ketimbang penggerak roda depan, terutama bila mobil dikendarai di ruas jalan yang kondisinya buruk, berlubang-lubang. Dan, juga di ruas jalan tanah dan berlumpur pada musim hujan.

Pada mobil berpenggerak roda belakang, roda belakang digerakkan oleh poros roda belakang yang lurus dan kuat. Roda depan hanya digunakan untuk berbelok ke kiri atau ke kanan, dan untuk membantu menghentikan mobil saat mobil direm. Dengan, demikian apabila terjadi kerusakan pada komponen roda depan, biaya perbaikannya lebih mudah dan murah.

Berbeda dengan mobil berpenggerak roda depan, di mana roda depan selain digunakan untuk berbelok ke kiri atau ke kanan, dan untuk membantu menghentikan mobil, juga digunakan untuk menggerakkan mobil sehingga di roda depan lebih banyak komponen yang terlibat, dibandingkan dengan mobil berpenggerak roda belakang. Akibatnya, apabila mengalami kerusakan, biaya perbaikannya menjadi lebih mahal. Dan, bagi pengguna mobil berpenggerak roda depan, mungkin akrab dengan bunyi, ”tek…tek…tek…” pada saat mobil mulai berjalan atau berakselerasi. Sesuatu yang tidak terjadi pada mobil berpenggerak roda belakang.

Namun, 17 tahun telah berlalu. Ruas-ruas jalan pun sudah lebih baik dan mulus, bengkel-bengkel resmi juga mulai bertebaran dan penghasilan masyarakat pun sudah bertambah baik sehingga masyarakat tidak hanya menuntut mobil yang fungsional, tetapi juga yang nyaman. Pertanyaannya adalah mengapa Avanza tidak bertahan pada penggerak roda belakang? Mengingat tidak sedikit mobil berpenggerak roda belakang di luar sana yang nyaman dikendarai.

Memang penggerak roda depan lebih bersahabat sebagai MPV (multi-purpose vehicle) karena lantai kabin datar sehingga ruang kabin menjadi lebih luas. Penggerak roda belakang membuat lantai kabin menonjol di tengah-tengah yang dibuat untuk memberi ruang bagi kopel (propeller shaft) sehingga keleluasaan bergerak penumpang di kabin terganggu.

Bobot mobil berpenggerak roda depan relatif lebih ringan daripada bobot mobil berpenggerak roda belakang sehingga dapat dikatakan bahwa mobil berpenggerak roda depan lebih hemat dalam konsumsi bahan bakar. Mobil berpenggerak roda depan maupun mobil berpenggerak roda belakang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, untuk kelas yang sama, biaya perawatan mobil berpenggerak roda belakang lebih mudah dan lebih murah daripada penggerak roda depan.


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER