Pekan QRIS Nasional 2020; Upaya Tingkatkan Penggunaan QRIS

Pekan QRIS Nasional 2020; Upaya Tingkatkan Penggunaan QRIS

Pekan QRIS Nasional 2020; Upaya Tingkatkan Penggunaan QRIS

Diselenggarakan Bank Indonesia untuk mendorong penggunaan QRIS oleh merchant maupun konsumen

Surabaya, Kabarindo- Bank Indonesia menyelenggarakan Pekan QRIS Nasional (PQN) secara serentak selama 9-15 Maret 2020. Di Surabaya, PQN dilaksanakan dengan mengusung judul Nggawe QRIS, Rek!

Menurut Imam Subarkah, Deputi Kepala Perwakilan BI (KPw BI) Provinsi Jawa Timur, tujuan kegiatan tersebut untuk meningkatkan jumlah penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) dari sisi merchant maupun konsumen.

“Sejalan dengan komitmen Bank Indonesia dalam pengembangan sistem pembayaran non-tunai dan ekonomi digital, BI terus mendorong implementasi kebijakan QRIS,” ujarnya dalam Bincang-Bincang Media (BBM) pada Kamis (5/3/2020).

Abrar, Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah KPw BI Provinsi Jatim, menjelaskan selama pekan tersebut akan dilaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi dan onboarding pedagang (merchant) di komunitas milenial, pasar tradisional maupun modern, tempat ibadah dan berbagai lokasi lainnya. Juga akan dilakukan launching kantin QRIS di Universitas Ciputra pada 11 Maret serta pasar QRIS di Pasar 17 Agustus Pamekasan pada 12 Maret.

Puncak kegiatan Nggawe QRIS, Rek! akan dilaksanakan pada 15 Maret 2020 di Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur. Akan ada berbagai event menarik, seperti talkshow Ngobrol Seru QRIS, pendaftaran QRIS bagi merchant, lomba zumba dengan instruktur Laila Munaf, Lomba Guyon QRIS, bazaar dari berbagai tenant menarik dengan pembayaran menggunakan QRIS serta penampilan dari salah satu sobat ambyar Guyon Waton.

Imam mendorong seluruh merchant di Surabaya dan sekitarnya untuk mendaftarkan diri agar memiliki QRIS, juga mengajak warga Surabaya untuk meramaikan acara puncak QRIS pada 15 Maret 2020.

“Aplikasi apapun cukup 1 QRIS saja. Satu QR untuk semua,” ujarnya.

Imam memaparkan, QRIS telah diimplementasikan sejak 1 Januari 2020 yang merupakan standar QR Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik atau mobile banking. Jika sebelumnya konsumen menemui banyak pilihan QR Code saat melakukan pembayaran, saat ini cukup hanya dengan 1 QRIS sudah bisa melayani pembayaran dari semua aplikasi. Hal ini tentunya memudahkan merchant maupun konsumen.

“Merchant tak perlu mendaftar ke banyak Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) untuk memiliki QR. Karena cukup satu QRIS, sudah dapat memfasilitasi semua aplikasi. Bagi konsumen juga lebih mudah, karena cukup install dan punya satu akun dari satu aplikasi, maka bisa scan QRIS dari PJSP lainnya,” ujar Imam.

Ia menambahkan, untuk tahap awal, QRIS fokus pada penerapan QR Code Payment dengan model Merchant Presented Mode (MPM), dimana Merchant yang akan menampilkan QR Code pembayaran untuk selanjutnya dipindai oleh pembeli.

Imam menyebutkan, hingga awal Maret 2020, tercatat 28 penyelenggara dan 2,79 juta merchant yang menggunakan QRIS. Di Jawa Timur, terdapat 333 ribu merchant. Sebanyak 114 ribu dari jumlah ini berada di Surabaya.

Penulis: Natalia Trijaji