Pakuwon Group; Terapkan Standar Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Mal-mal

Pakuwon Group; Terapkan Standar Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Mal-mal

Pakuwon Group; Terapkan Standar Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Mal-mal

Sediakan wastafel cuci tangan, bilik sterilisasi hingga thermal scanner

Surabaya, Kabarindo- Upaya mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19 dilakukan berbagai pihak, baik oleh pemerintah maupun swasta secara swadaya.

Salah satunya Pakuwon Group yang telah menyediakan berbagai sarana yang ditetapkan pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19. Hal ini ditegaskan Sutandi Purnomosidi, Direktur Pakuwon Group.

“Kami telah menerapkan standar sesuai yang ditetapkan pemerintah dengan menyediakan sarana di seluruh mal yang dikelola Pakuwon Group,” ujarnya di Tunjungan Plaza (TP) pada Senin (13/4/2020).

Sutandi memaparkan, sarana tersebut tersedia sebelum pintu masuk mal. Untuk di TP, tersedia di beberapa lokasi seperti di depan pintu masuk TP 1, masjid TP1, TP 5, TP 6 dan UG TP 3 parkiran motor. Di sini tersedia mulai dari hand sanitizer, wastafel untuk mencuci tangan dengan sabun, bilik sterilisasi hingga thermal scanner untuk mengetahui suhu badan.

Ia menekankan, pengunjung tak perlu khawatir masuk bilik sterilisasi, karena bahan yang digunakan aman bagi kulit. Mal juga menyediakan tisu untuk mengeringkan tangan setelah mencuci tangan.

Berbeda dengan banyak tempat yang menggunakan thermo gun untuk memeriksa suhu badan pengunjung, mal-mal di bawah Pakuwon Group menggunakan thermal scanner yang canggih. Alat ini dipasang sejak 1 April lalu. Misalnya di lobi TP 6. Jika suhu badan melebihi 37,5 derajat Celcius, alarm akan berbunyi dan pengunjung diminta untuk keluar.

Pakuwon Group juga memberlakukan wajib memakai masker terhadap semua karyawan Pakuwon maupun karyawan tenant serta pengunjung. Jika tidak memakai masker, bisa membeli masker seharga Rp.3000 di concierge di depan pintu masuk mal.

Selain itu, diberlakukan physical distancing di antaranya di tempat tunggu driver di parkiran mobil. Hal ini juga diberlakukan tenant-tenant, misalnya di kafe yang memberi tanda pada kursi yang boleh atau tidak untuk diduduki. Namun pengunjung disarankan untuk memesan makanan dan minuman untuk dibawa pulang atau take away.

Menurut Sutandi, tenant-tenant di mal juga memberikan layanan delivery atau penjualan melalui online. Hal ini sesuai dengan anjuran pemerintah kepada masyarakat untuk melakukan social distancing. Jadi tak perlu berbelanja langsung

“Namun jika pengunjung memang perlu ke mal, tak perlu khawatir, karena kami sudah menerapkan pengamanan sesuai standar pemerintah agar pengunjung merasa tenang dan nyaman,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji