Nutrisi Lengkap dan Makanan Kaya Vitamin C; Cegah Kekurangan Zat Besi pada Anak

Nutrisi Lengkap dan Makanan Kaya Vitamin C; Cegah Kekurangan Zat Besi pada Anak

Nutrisi Lengkap dan Makanan Kaya Vitamin C; Cegah Kekurangan Zat Besi pada Anak

SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC hindarkan anak dari dampak jangka panjang kekurangan zat besi

Surabaya, Kabarindo- Pemberian nutrisi yang lengkap dan makanan yang kaya vitamin C dapat mencegah kekurangan zat besi pada anak.

Hal ini dipaparkan oleh psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., serta President of Indonesian Nutrition Association (INA) dan dokter spesialis gizi klinis, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK, dalam peluncuran SGM Eksplor Pro-gress Maxx yang telah diadakan oleh PT Sarihusada Generasi Mahardhika.

Anna menjelaskan, kekurangan zat besi pada anak dapat berdampak terhadap pertumbuhan fisik anak serta mempengaruhi lima aspek tumbuh kembang anak yaitu aspek fisik, kognitif, emosi, sosial dan bahasa. Kelima aspek ini akan mempengaruhi 5 potensi prestasi anak yang dibutuhkan untuk menjadi generasi maju.

Anna mengatakan, orang tua dan anak harus menyesuaikan diri dengan kondisi seperti sekarang yang tidak menentu. Anak dituntut untuk dapat berpikir cepat, tangguh, percaya diri, tumbuh tinggi dan aktif bersosialisasi agar menjadi anak generasi maju.

“Nutrisi yang lengkap, termasuk kecukupan zat gizi, dan stimulasi penting untuk mengasah potensi prestasi pada anak, terutama dengan berbagai tantangan saat ini,” ujarnya.

Dr. Luciana menambahkan, kekurangan zat besi dapat menyebabkan anak kurang konsentrasi dan kurang fokus serta sulit bersosialisasi. Kekurangan zat besi pada anak berpotensi menghambat pertumbuhan kognitif, motorik, sensorik dan sosial anak. Jika tidak ditangani secara tepat, dampaknya bisa jadi permanen.

“Kondisi tersebut dapat dicegah dengan memberikan makanan yang kaya zat besi seperti daging merah, hati, ikan, ayam, bayam dan susu. Juga makanan yang mengandung vitamin C yang penting untuk mendukung penyerapan zat besi,” terangnya.

Data Riskesdas 2018 menyebutkan, satu dari tiga anak Indonesia berusia di bawah 5 tahun tercatat mengalami anemia. Sebanyak 50%-60% kejadian anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi (Grantham-McGregor S, 2010). Isu kesehatan ini dapat berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak dan akan mempengaruhi kualitas generasi emas Indonesia.

Melihat fakta tersebut, PT Sarihusada Generasi Mahardika berkomitmen untuk turut mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak agar cita-cita masa depan mereka dapat tercapai tanpa terkecuali.

“Kami percaya kemajuan bangsa Indonesia pada masa depan bergantung pada kualitas anak-anak masa kini. Terlebih, saat ini anak-anak Indonesia butuh bantuan dalam mengatasi tantangan kesehatan seperti kondisi kekurangan zat besi,” ujar Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor.

Sarihusada melalui SGM Eksplor meluncurkan formula terbaru SGM Eksplor, yaitu SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC yang membantu orang tua memenuhi kebutuhan zat besi dan nutrisi penting lainnya untuk anak serta menghindarkan mereka dari dampak jangka panjang kekurangan zat besi.

Formula SGM Eksplor Pro-gress Maxx diperkaya oleh IronC, sebuah kombinasi zat besi dan vitamin C dalam rasio molar yang telah disesuaikan untuk memberikan asupan zat besi kepada anak dan memastikan asupan tersebut dapat terserap dengan optimal. Juga dilengkapi minyak ikan, omega 3 & 6, tinggi protein, kalsium, vitamin D, serat pangan dan zinc.

Pada kesempatan yang sama, Alyssa Soebandono, artis dan ibu dua anak, menuturkan upayanya dalam memenuhi nutrisi dan stimulasi anak. Ia selalu memperhatikan asupan nutrisi untuk Rendra dan Malik agar gizi mereka tercukupi.

“Situasi saat ini memang menantang bagi bunda maupun anak-anak. Rendra dan Malik berusaha untuk menyesuaikan diri serta tetap fokus saat belajar dan beraktivitas lainnya di rumah. Saya berharap, Rendra dan Malik bisa menjadi anak yang selalu aktif, mau belajar. Saya selalu berusaha mendampingi supaya bisa membantu mereka tetap konsentrasi dan semangat saat belajar,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji