Nongkrong di Black Canyon; Nikmati Kopi, Menu-menu Thailand dan Indonesia

Nongkrong di Black Canyon; Nikmati Kopi, Menu-menu Thailand dan Indonesia

Nongkrong di Black Canyon; Nikmati Kopi, Menu-menu Thailand dan Indonesia

Buka outlet di area DBL, barista sajikan Hot Cappucinno dengan latte art langsung di hadapan tamu

Surabaya, Kabarindo- Pandemi Covid-19 dan PPKM tak membuat pebisnis kehilangan semangat. Sebaliknya justru menjadi dorongan untuk menyiasati kondisi dengan mengembangkan bisnis.

Inilah yang dilakukan PT Bhojana Ciptahita Indonesia (BCI) yang menaungi Black Canyon Indonesia dengan membuka outlet (gerai) di area DBL, Surabaya. Rahadhian Inu K., CEO Black Canyon Indonesia, mengatakan pandemi justru menjadi momentum bagi PT BCI untuk mempersiapkan diri menyambut kebangkitan pasca pandemi.

Menurut Nuki, sapaan akrab Inu K., outlet di area DBL akan menjadi batu loncatan untuk mengembangkan outlet Black Canyon di daerah-daerah lain. Selain di Surabaya, BCI memiliki outlet di Makassar. Rencananya akan membuka lagi beberapa outlet di Surabaya yaitu di Surabaya tengah, di kawasan MERR dan Pakuwon.

Black Canyon berdiri pada 1993 di Thailand dan telah memiliki lebih dari 400 cabang di Thailand maupun di luar Thailand, seperti di Singapura, Malaysia, Myanmar dan Filipina. Black Canyon meramaikan dunia kuliner Indonesia pada 2005. Berawal di Bali berkembang ke Batam hingga Palu dan Makassar. Pada tahun ini, Black Canyon bertransformasi dari Black Canyon Coffee menjadi Black Canyon Coffee & Eatery. Dari sebuah kedai kopi menjadi tempat yang menyajikan makanan, minuman dan kenyamanan.

“Kami menghadirkan suasana yang modern, segar dan nyaman dengan pelayanan yang bersahabat (companion) kepada seluruh tamu. Kami juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat serta vaksinasi untuk seluruh kru dan staf,” ujar Nuki.

Ia menjelaskan, Black Canyon Indonesia menawarkan 68 menu Indonesia maupun Thailand. Makanan Thailand bercita rasa manis, asin, asam dan pedas yang cocok dengan lidah orang Indonesia. Di antaranya Tom Yum Goong, Pad Thai dan Thai Salad yang menjadi andalan. Namun tetap ada menu-menu Indonesia yang merupakan favorit masyarakat seperti nasi goreng, mie goreng, sate dan sop buntut.

Bagi pecinta kopi, Black Canyon menyajikan bermacam varian minuman kopi seperti hot espresso dan cappucinno dengan lukisan di atasnya (latte art). Ada pula Cha Thai Yen, minuman teh khas Thailand, green tea yang menyehatkan, hot dan ice chocolate hingga juice segar yang di-blend dengan crushed ice.

“Salah satu keunikan di Black Canyon adalah kemampuan barista yang menyajikan Hot Cappucinno dengan latte art langsung di hadapan tamu. Kami menyebutnya Latte Art on Table,” tutur Nuki.

Sebagai pendamping minuman kopi adalah cracker asin dan jasmine tea untuk menetralisir rasa. Jadi ketiganya merupakan paduan yang komplit. Tak ketinggalan pilihan kudapan tradisional yang gurih dan renyah serta tak pernah membosankan untuk disantap seperti tempe goreng, tahu goreng, pisang goreng dan singkong goreng dengan pendamping sambal kecap yang pedas.

Menurut Nuki, sajian kudapan bergantung pada daerah-daerah setempat. Jika di Surabaya, gorengan memang cocok disajikan dan digemari masyarakat.

Outlet Black Canyon di area DBL memiliki kapasitas 160 tempat duduk di area tanpa asap rokok dan merokok di ruangan yang terpisah serta area outdoor (terbuka). Tamu bisa nongkrong di sini atau sambil bekerja dengan laptop, karena tersedia fasilitas lengkap.

Nuki berharap, outlet di area DBL bisa menjadi oasis bagi pecinta kuliner di Surabaya dan sekitarnya. Ia optimis, Black Canyon akan mampu menarik minat masyarakat, terutama pebisnis, kalangan eksekutif dan profesional yang menjadi target marketnya.

Penulis: Natalia Trijaji