Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Gaya hidup > Miracle Siap Hadapi Era Beauty 4.0; Berikan Perawatan yang Tepat, Aman & Berdampak Sosial Positif

Miracle Siap Hadapi Era Beauty 4.0; Berikan Perawatan yang Tepat, Aman & Berdampak Sosial Positif

Gaya hidup
Oleh : Natalia Trijaji

BAGIKAN :
Miracle Siap Hadapi Era Beauty 4.0; Berikan Perawatan yang Tepat, Aman & Berdampak Sosial Positif

Miracle Siap Hadapi Era Beauty 4.0; Berikan Perawatan yang Tepat, Aman & Berdampak Sosial Positif

Tingkatkan layanan dengan launching klinik di Citraland

Surabaya, Kabarindo- Seperti halnya revolusi industri yang kini menuju 4.0, begitu pula industri estetika yang menuju era Beauty 4.0.

dr. Lanny Juniarti, Dipl. AAAM, Founder dan President Director Miracle Aesthetic Clinic Group, mengatakan era digital memberikan dampak yang besar terhadap industri estetika secara global.

“Di Industri estetika, fenomena tren timbul karena pengaruh dari perkembangan teknologi dan sosial media. Industri 4.0 juga menggeret industri estetika memasuki era Beauty 4.0,” ujarnya dalam grand opening klinik di Citraland, Surabaya, pada Jumat (22/2/2019).

dr. Lanny mengatakan, klinik tersebut merupakan pindahan dari klinik di Jl.HR. Muhammad, Surabaya, untuk meningkatkan layanan terutama dalam menghadapi era Beauty 4.0.

Ia menambahkan, klinik di Citraland memiliki fasilitas yang bersih dan nyaman, teknologi yang canggih dan aman, menawarkan pilihan berbagai perawatan dengan produk berkualitas, standar sterilisasi yang terjamin dan higienitas staf.

dr. Lanny menjelaskan, pada era Beauty 1.0, konsep perawatan fokus hanya pada 1 dimensi, yaitu dokter menggunakan golden ratio. Dokter yang menentukan perawatan yang terbaik bagi pelanggan dari sudut pandangnya. Pada era Beauty 2.0, masyarakat menginginkan tampilan wajah sempurna, namun tetap memiliki keaslian. Sedangkan pada era Beauty 3.0, masyarakat tidak sekadar ingin menyempurnakan tampilan wajah, namun perawatan kecantikan yang dilakukan dapat meningkatkan rasa percaya diri.

Saat ini industri kecantikan memasuki era Beauty 4.0. Era digital mempengaruhi perubahan di industri kecantikan. Media sosial bukan hanya menciptakan social network, namun juga memunculkan sosial beauty. Medsos menjadi sarana kebebasan berekspresi bagi masyarakat, menyuarakan opini, aspirasi, komentar dan kritik. Eksistensi diri seseorang di medsos dapat menimbulkan dampak positif atau menuai kritik dan menimbulkan haters.

“Di era Beauty 4.0, kecantikan terkait dengan banyak faktor, opini orang lain yang menilai, social awareness hingga opini publik, ujar dr. Lanny.

Menurut dr. Lanny, seorang ahli di bidang estetika harus dapat menyarankan perawatan apa yang tepat bagi klien dengan tetap memiliki kekhasan tampilan wajahnya, sehingga rasa percaya diri mereka semakin bertambah. Ahli di bidang estetika juga perlu memahami apakah perawatan kecantikan yang dilakukan dapat memberikan dampak yang baik terhadap kehidupan sosial mereka. Jangan sampai, misalnya wajah klien menjadi bahan hujatan orang lain, seperti tidak proporsional atau terlihat aneh.

dr.Lanny berharap, para praktisi dapat memenuhi keempat dimensi tersebut dan menjadi tantangan bagi mereka. Bagaimana menyempurnakan tampilan wajah sesuai versi terbaik klien, namun tetap terlihat natural, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan memberi dampak positif bagi mereka saat berinteraksi dengan orang lain.

“Tugas dokter bukan hanya mempercantik klien, tapi juga harus memperhatikan dampak sosialnya. Hasil kerja dokter bukan hanya dinikmati klien, tapi juga orang-orang di sekitar, karena akan mengundang komentar positif ataupun negatif,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER