KABARINDO, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) Erick Thohir, secara resmi membuka Musyawarah Nasional Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Munas PB Percasi) XXX Tahun 2026 di The Tavia Heritage Hotel, Cempaka Putih, Jakarta, Sabtu (11/4) pagi.
Menpora Erick berharap PB Percasi terus berpartisipasi mengembangkan sport industry dan sport tourism, untuk mendukung tercapainya prestasi atlet catur ke level yang lebih tinggi.
"Secara fundamental catur ini banyak diminati, saya pada kesempatan ini percaya yang namanya olahraga itu terdiri tidak hanya prestasi, tapi ada yang namanya industri olahraga," ujar Menpora Erick.
"Kalau kita hanya bicara prestasi tapi industrinya tidak berkembang itu sulit. Realitanya industri olahraga di dunia 525 miliar US$, 40%nya ada di Amerika, kita bisa lihat prestasi olahraganya ketika didukung industrinya. Artinya pertumbuhan ekonomi harus terjadi selain ada government spending dan investasi privat sector serta daya beli masyarakat," imbuhnya.
Menurut Menpora, catur tidak hanya sebuah olahraga tetapi menjadi bagian dari pendidikan karakter bangsa melalui strategi, kedisiplinan yang tinggi dan kesabaran.
"Di era hari ini banyak anak-anak muda kita dibawah 16 tahun saat ini tidak boleh hanya bermain online games, bukan berarti catur tidak bisa breakthrough (terobosan), kenapa tidak ada online catur dan itu bisa mendorong pertandingan versi online, artinya ada stimulus ekonomi sehingga mereka bisa menjadi turnamen yang baik menuju sport tourism," jelas Menpora.
"Kami dari pemerintah dengan segala keterbatasan kami juga mendorong adanya transformasi. Seperti di Kemenpora, kita juga dorong bertransformasi besar-besaran, karena dengan minim anggaran ini kita harus membuat program yang tepat sasaran. Kita juga membagi pelatnas menjadi tiga, atlet elite, atlet tengah dan atlet muda, transformasi ini harus terjadi karena harus ada regenerasi," jelasnya lagi.
Menpora Erick menyampaikan Kemenpora siap mendukung dan bersinergi dengan PB Percasi sipapun nanti yang terpilih menjadi ketua umumnya.
"Siapapun nanti yang terpilih kami siap mendukung, tetapi menurut saya figurnya itu yang senang dengan catur, bukan karena melihat olahraga menjadi loncatan kepentingannya, kemudian punya waktu mengurus olahraga itu dan pendanaan, itu penting karena tidak hanya dari pemerintah tapi juga invest dari privat sektor termasuk masyarakat. Saya harap Percasi bisa terus konsolidasi, membuat terobosan dan saya siap mendampingi dengan segala konteks yang bisa kita support," tegasnya.
Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto menyampaikan, dalam Munas yang diikuti 33 dari 37 perwakilan Percasi provinsi seluruh Indonesia ini, bahwa pemilihan ketua umum yang baru sebagai bagian regenerasi serta menyongsong konsep digitalisasi agar semakin banyak permainan catur dilakukan di sekolah-sekolah.
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman yang juga hadir berharap, siapapun nanti ketumnya harus bisa melanjutkan program yang telah dirintis oleh GM Utut dan Percasi kedepan mampu melahirkan GM-GM baru berprestasi dunia.





