Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Ekonomi & Bisnis > Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Bisa Rp15.000 per Dolar AS, Ini Syarat dan Strateginya

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Bisa Rp15.000 per Dolar AS, Ini Syarat dan Strateginya

Ekonomi & Bisnis | 2 jam yang lalu
Editor : Anton CH

BAGIKAN :
Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Bisa Rp15.000 per Dolar AS, Ini Syarat dan Strateginya

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (FOTO : ISTIMEWA).

_________

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan pernyataan berani mengenai masa depan nilai tukar Rupiah. Purbaya mengklaim bahwa rupiah memiliki peluang besar untuk menguat hingga ke level Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat.

Menurut Purbaya, kondisi global dan regional saat ini sangat mendukung penguatan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Ia menilai target tersebut bukan hal yang mustahil untuk dicapai jika koordinasi otoritas berjalan optimal.

“Saya rasa sekarang menuju 15.000 terhadap dolar itu tidak akan terlalu sulit. Jika saya berada di posisi otoritas bank sentral, level itu sangat mungkin dicapai,” ujar Purbaya dalam acara Indonesia Economic Summit (IES) di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Purbaya menegaskan bahwa penguatan Rupiah bukan hanya dipicu oleh sentimen masuknya Thomas Djiwandono ke jajaran pimpinan Bank Indonesia (BI), melainkan hasil dari semakin baiknya pengelolaan stabilitas nilai tukar.

Sebagai nakhoda otoritas fiskal, Purbaya memastikan Kementerian Keuangan akan terus memasang “umpan” bagi modal asing. Strateginya meliputi kebijakan Pro-Investasi dengan mendesain insentif yang membuat investor global berebut menanamkan modal.

Meningkatkan aliran capital inflow untuk memperkuat cadangan valas. Serta memastikan PDB Indonesia melaju kencang sebagai magnet utama bagi pemilik modal.

Kementerian Keuangan melihat ada korelasi langsung antara pertumbuhan ekonomi dengan stabilitas kurs.Ivestor global tidak hanya mencari keamanan, tetapi juga imbal hasil (return). Pertumbuhan ekonomi yang cepat adalah sinyal bahwa perusahaan di Indonesia produktif dan menguntungkan. Hal ini memicu investor menukarkan dolar mereka ke Rupiah untuk berinvestasi, yang secara otomatis meningkatkan permintaan terhadap mata uang kita.

 Ekonomi yang melaju cepat biasanya didukung oleh konsumsi dan produksi yang kuat. Ini memberikan “bantalan” bagi nilai tukar saat terjadi ketidakpastian di Amerika Serikat atau Eropa. Strategi fiskal yang fokus pada pertumbuhan menciptakan persepsi positif bahwa pemerintah memiliki kendali penuh terhadap arah ekonomi, sehingga mengurangi aksi spekulasi dolar AS.


RELATED POST


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER