KABARINDO, BALI - “Pertandingan yang berkelas, tapi kami menjadi korban ketidakadilan malam ini.”
Demikian pernyataan pelatih kepala Malut United, Hendri Susilo, dalam sesi konferensi pers usai laga kontra tuan rumah Bali United, Minggu (19/4/2026) malam WIT.
Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Malut United selaku tim tamu mampu memberikan perlawanan sengit kepada tuan rumah Bali United yang juga memberikan sejumlah serangan berbahaya.
Daya ledak pemain muda Laskar Kie Raha, Taufik Rustam, sempat menghasilkan kemungkinan penalti ketika laga baru berjalan dua menit. Namun, wasit menganulir keputusan penalti setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR).
Sepanjang babak I, Malut United bermain efektif dengan melancarkan dua shots on target dari dua percobaan tembakan. Gustavo Franca dkk. pun berhasil membuka keunggulan lewat penyelesaian akhir Ciro Alves yang memanfaatkan assist Taufik pada menit ke-32.

Bali United kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-40 lewat eksekusi penalti Teppei Yachida. Serdadu Tridatu tercatat melancarkan 6 tembakan dan 2 shots on target pada paruh pertama.
Di babak II, Malut United tampil menekan dengan 5 percobaan tembakan hingga menit ke-61. Namun, tim tuan rumah justru membalikkan keadaan berkat gol Joao Ferrari pada menit ke-63.
Sebelum itu, Wbeymar Angulo dianggap melakukan pelanggaran yang disambut protes dari pemain Malut United lainnya. Kubu Laskar Kie Raha menilai Angulo merebut bola dengan bersih, tapi sang pengadil lapangan menyatakan pelanggaran.
Tendangan bebas dari hasil pelanggaran itulah yang kemudian berbuah gol kedua bagi Bali United. Lalu, tim tuan rumah memanfaatkan momentum dengan mencetak dua gol tambahan dari Boris Kopitovic (67’) dan Thijmen Goppel (77’).
Malut United yang tertinggal 1-4 terus berjuang menciptakan gol balasan. Total, skuad asuhan Hendri Susilo melancarkan 9 tembakan dan 4 shots on target pada babak II.
Laskar Kie Raha pun kembali mendapatkan potensi penalti setelah tangan pemain Bali United menyentuh bola di kotak terlarang. Akan tetapi, wasit memutuskan tidak ada handball setelah meninjau VAR.
“Berbagai kondisi yang terjadi akibat keputusan wasit membuat kami kehilangan sentuhan,” ujar Hendri.
Sementara, Angga Saputro selaku perwakilan pemain Malut United menyatakan bahwa tim sudah berusaha memberikan penampilan terbaik hingga laga usai.
“Semua pemain sudah memberikan upaya terbaik untuk tim,” tutur Angga dalam sesi jumpa pers.
Kekalahan di markas Bali United membuat Malut United tertahan di peringkat kelima klasemen dengan torehan 46 poin. Malut United keluar dari posisi 4 besar usai pesaing terdekat, Bhayangkara FC, menang 2-1 atas PSM Makassar (17/4).
Kini, Laskar Kie Raha memiliki 6 laga sisa hingga akhir musim 2025-2026. Persebaya Surabaya, PSBS Biak, Persis Solo, PSIM Yogyakarta, Persita Tangerang, dan Borneo FC adalah enam tim terakhir yang akan dihadapi Malut United.
Setelah bertandang ke Pulau Dewata, Malut United dijadwalkan menjamu Persebaya pada pekan ke-29 BRI Super League 2025-2026.
Laga Malut United vs Persebaya di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, akan berlangsung pada Kamis (23/4/2026) pukul 19.00 WIB atau 21.00 WIT.





