KABARINDO, -- Tim Nasional Jepang sukses mencuri kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Skotlandia dalam laga pemanasan perdana menjelang putaran final Piala Dunia 2026. Gol telat Junya Ito di pengujung laga menjadi penentu kemenangan skuad Samurai Biru di Barclays Hampden, Sabtu (28/3) waktu setempat.
Atmosfer pertandingan ini terasa sangat kontras jika dibandingkan dengan perayaan emosional Tartan Army saat mereka mengamankan tiket ke Amerika Utara usai melibas Denmark 4-2 pada November lalu. Tampil di hadapan publik sendiri yang cenderung hening, performa Skotlandia tampak kurang menggigit.
Di sisi lain, Jepang sebenarnya mengistirahatkan sejumlah pilar utama mereka, termasuk Junya Ito yang baru diturunkan dari bangku cadangan. Rotasi ini dilakukan pelatih Hajime Moriyasu sebagai persiapan menghadapi Inggris di Wembley pada Selasa (2/4) mendatang.
Meski begitu, Samurai Biru tetap mampu melanjutkan tren positif mereka di laga uji coba—termasuk kemenangan bersejarah atas Brasil pada Oktober lalu—saat Ito memecah kebuntuan enam menit menjelang waktu normal usai.
Tuan rumah sejatinya memiliki peluang emas di awal laga. Memasuki menit ke-10, gelandang Napoli, Scott McTominay, melepaskan tembakan berbahaya yang secara brilian mampu ditepis oleh kiper Jepang, Zion Suzuki.
Setelah peluang tersebut, Jepang perlahan mulai mendikte permainan dan sukses memperpanjang rekor buruk Skotlandia yang belum pernah memenangi laga uji coba kandang dalam 10 tahun terakhir.
Petaka bagi Skotlandia hadir di menit ke-84. Penyerang Genk, Junya Ito, berhasil lolos dari jebakan offside dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper Angus Gunn. Penjaga gawang asal klub Nottingham Forest itu membuat kesalahan antisipasi dengan menjatuhkan diri terlalu cepat, sehingga membiarkan sontekan pelan Ito bergulir mulus ke dalam gawang.
Kesalahan fatal ini tentu menjadi catatan merah bagi Gunn yang sedang bersaing ketat dengan kiper veteran berusia 43 tahun, Craig Gordon, untuk memperebutkan posisi penjaga gawang utama jelang laga pembuka Piala Dunia melawan Haiti pada 14 Juni mendatang.
Menanggapi hasil minor ini, pelatih Skotlandia, Steve Clarke, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia merasa timnya seharusnya bisa memaksakan hasil imbang.
"Kalah dengan proses gol seperti yang kami alami tentu sangat mengecewakan. Padahal, pada fase itu pertandingan terlihat akan berakhir dengan hasil imbang 0-0," keluh Clarke seusai laga.
"Kami memainkan banyak hal bagus dan saya pikir kami bisa sedikit lebih progresif untuk menembus sepertiga akhir pertahanan lawan. Namun, menghadapi lawan papan atas, terkadang hal itu memang sulit dilakukan," tambahnya mengevaluasi performa anak asuhnya.
Selanjutnya, Skotlandia akan kembali berlaga pada Selasa malam menghadapi Pantai Gading di Stadion Hill Dickinson milik Everton. Mereka juga menyisakan satu laga pemanasan lagi di Hampden Park melawan Curacao pada bulan Juni sebelum terbang menyeberangi Samudra Atlantik menuju putaran final Piala Dunia 2026.





