KJRI Hong Kong Usung Seni Budaya Nusantara: Utus 8 Tim PMI Plus Grup Angklung Di Flower Ekhibition 2018

KJRI Hong Kong Usung Seni Budaya Nusantara: Utus 8 Tim PMI Plus Grup Angklung Di Flower Ekhibition 2018

KJRI, Causeway Bay, Hong Kong, Kabarindo- KJRI Hong Kong ikut menyemarakkan perhelatan Festival Bunga yang sudah berlangsung dari kemarin. 

Agenda menarik adalah pertunjukkan tradisi Indonesia melalui kesenian tarian daerah dan musik angklung. 

Dari pantauan redaksi dari GR atau kelas motivasi, Ade mewakili pihak KJRI mewanti-wanti 8 grup tari plus grup musik angklung untuk fokus latihan agar hasilnya memuaskan. 

"Tidak ada persaingan dan ini semua punya tujuan sama yakni menunjukkan ke dunoa kesenian adiluhung Indonesia,  mari buat mereka berdecak kagum jadi saling dukung dan jangan bersaing, " paparnya lugas yang diaminkan semua grup tadi siang yang akan manggung Minggu Depan,  25 Maret 2018 dipanggung Victoria Park Causewaybay Hong Kong. 

Delapan grup itu adalah Singo Wiromo pimpinan Rustiana Agustin yang mengenalkan reog Ponorogo bersama dengan grup tari Morena yang akan menari Lancang Kuning asal Riau, Ratoeh Jaroe yang akan mempertunjukkan Tari Zaman asal Aceh, Jackson Dancer akan menari Ondel-Ondel Jakarta, Reog Kendang Tulung Agung oleh Kompas BMIH TulungAgung, juga ada Rampak Jaipong Tidas khas Jawa Barat dari kencono wungu lalu ada Gandrung Banyuwangi oleh Larosa Arum Grup,  Sajojo Papua bersama gruo Golpindo dan grup musik Angklung yang semua pemainnya adalah Pekerja Migran Indonesia.

"Saya bangga dan senang sekali KJRI menfasilitasi bakat kesenian PMI apalagi saya dan suami sangat bangga dengan kesenian reog. Kami antusias latihan dan makin termotivasi akan Indonesia makin harum mewangi di Hong Kong dan seluruh dunia, " tukas salah seorang PMI yang terlihat cantik dan enggan menyebut namanya. 

Dari pantauan redaksi, KJRI betul-betul mewujudkan slogan "Menjadi Rumah Besar Bagi WNI di Hong Kong & SAR".

Tidak hanya kesenian tapi juga pengajian,  pembengkalan keterampilan sampai nobar film-film nasional di Ruang Ramayana dan lainnya sehingga para Domestic Helper merasa dekat dan terlindungi dibawah kepemimpinan Konjen Tri Tharyat atau pak Obeth sebagai Kepala Perwakilan. 

Awesome.....!