KABARINDO, BALI -- Wisata Religi Masjid Pantai Bali resmi dibuka (soft opening) oleh Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Bapak H. M. Jusuf Kalla, dalam sebuah acara peresmian yang berlangsung khidmat di kawasan pesisir Kabupaten Jembrana, Bali. (6/2/2026).
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menyampaikan bahwa peresmian Wisata Religi Masjid Pantai Bali merupakan sebuah langkah prestasi yang sangat baik dan visioner. Kehadiran masjid yang indah di tepi pantai ini, menurut beliau, menjadi penanda bahwa pariwisata di Bali tidak hanya berbasis budaya dan alam, tetapi juga dapat dikembangkan secara religius.
“Peresmian Wisata Religi Masjid Pantai Bali ini adalah suatu langkah prestasi yang sangat baik. Di Bali didirikan masjid yang indah di pinggir pantai, ini memberikan pertanda bahwa wisata di Bali dapat juga secara religius,” ujar Jusuf Kalla.

Beliau menegaskan bahwa masjid pada hakikatnya adalah tempat ibadah sekaligus pusat kemakmuran umat. Sejalan dengan pedoman Dewan Masjid Indonesia (DMI), yaitu memakmurkan dan dimakmurkan masjid, masjid diharapkan mampu memberi dampak kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya.
“Masjid bisa memakmurkan masyarakat di sekitarnya, apalagi masjid yang indah seperti Masjid Pantai Bali di Jembrana ini,” tambahnya.
Pernyataan tersebut mendapat dukungan penuh dari Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi penggerak wisata yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Masjid tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga dapat menggerakkan wisata, yakni wisata yang menjaga lingkungan tetap bersih dan mampu mensejahterakan masyarakat,” ujar Bupati Jembrana.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jembrana juga menghimbau kepada Dewan Masjid Indonesia, baik di tingkat nasional maupun Provinsi Bali, agar Masjid Pantai Bali dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan manasik haji.
“Kiranya ada kegiatan manasik, bawalah ke Masjid Pantai Bali Jembrana,” himbaunya.
Sementara itu, Ketua DMI Provinsi Bali, Ustadz Bambang Santoso, menyampaikan bahwa infrastruktur manasik haji yang tersedia di Masjid Pantai Bali merupakan satu-satunya fasilitas manasik haji terpadu yang berada di Pulau Bali. Ia pun menyatakan komitmennya untuk mengajak DMI di seluruh Bali agar melaksanakan kegiatan manasik haji di Masjid Pantai Bali.
Sebelumnya, Firmansyah Dimmy, Ketua Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) dan mewakili DKM Masjid Pantai Bali menyampaikan bahwa peresmian Masjid Pantai Bali dan Pusat Manasik Haji ini merupakan hasil kolaborasi pentahelix yang melibatkan unsur akademisi dari berbagai perguruan tinggi, pemerintah, dunia bisnis, berbagai komunitas masyarakat, dan media massa.
“Peresmian ini bukan sekadar peresmian sebuah bangunan, tetapi pada hakikatnya adalah peresmian sebuah harapan untuk membangun kebersamaan umat beragama dalam membangun peradaban bangsa agar menjadi lebih baik, serta mewujudkan Islam yang rahmatan lil ‘alamiin,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan yang digawangi oleh generasi muda, dengan Akbar Prima Jaya sebagai Ketua Panitia dan Arief Dharmawan sebagai Sekretaris, diakhiri dengan rangkaian kunjungan ke area Masjid Pantai Bali, meliputi masjid utama, tempat wudhu, lokasi manasik haji, serta kawasan wisata pantai dengan agenda penyaksian Parade Perahu Layar.
Wisata Religi Masjid Pantai Bali diharapkan menjadi ikon baru pariwisata religius di Bali yang memadukan nilai ibadah, edukasi, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi simbol Islam yang rahmatan lil ‘alamiin.





