Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Internasional > Ketidakpastian Konflik Timteng: Harga Emas Melonjak, Minyak Turun!

Ketidakpastian Konflik Timteng: Harga Emas Melonjak, Minyak Turun!

Internasional | 2 jam yang lalu
Editor : Orie Buchori

BAGIKAN :
Ketidakpastian Konflik Timteng: Harga Emas Melonjak, Minyak Turun!

KABARINDO, JAKARTA - Emas mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Rabu, didorong oleh meredanya harga minyak yang menekan kekhawatiran inflasi, serta ketidakpastian yang masih menyelimuti konflik di Timur Tengah.

Harga emas spot melonjak 1,8% menjadi USD4.552,94 per ons pada pukul 24.30 WIB, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam empat bulan pada awal pekan ini, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Rabu (25/3) atau Kamis (26/3) dini hari WIB.

Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April ditutup melambung 3,4% jadi USD4.552,30 per ons.

Analis menyebutkan bahwa kenaikan ini merupakan bagian dari pemulihan teknikal sekaligus didukung sentimen positif terkait potensi meredanya ketegangan dengan Iran.

Penurunan harga minyak turut membantu memperbaiki prospek emas dengan menekan ekspektasi inflasi.

Menurut Peter Grant, Vice President Zaner Metals, emas saat ini mendapat dorongan dari optimisme bahwa konflik yang melibatkan Iran mulai mereda, sehingga membantu menurunkan harga energi.

Grant menambahkan, penurunan kekhawatiran inflasi menjadi kunci bagi peluang pelonggaran kebijakan moneter di Amerika Serikat. Jika tekanan inflasi terus mereda, peluang penurunan suku bunga oleh Federal Reserve dapat kembali terbuka, yang berpotensi mendorong harga logam kuning melompat hingga menyentuh level USD5.000 per ons.

Harga minyak terjerembab setelah muncul laporan Amerika Serikat telah mengajukan proposal perdamaian berisi 15 poin kepada Iran guna mengakhiri konflik. Meski respons awal dari Teheran negatif, seorang pejabat senior Iran menyatakan proposal tersebut masih dalam tahap peninjauan.

Namun, situasi tetap kompleks. Di tengah upaya diplomatik, Pentagon dilaporkan menyiapkan pengiriman ribuan pasukan lintas udara ke kawasan Teluk guna memberikan opsi militer tambahan bagi Presiden Donald Trump, termasuk kemungkinan serangan darat.

Kejatuhan harga minyak memberikan efek positif terhadap inflasi global, sehingga mengurangi kemungkinan suku bunga tinggi bertahan lama.

Dalam kondisi suku bunga tinggi, emas biasanya kurang diminati karena tidak memberikan imbal hasil, sehingga biaya peluang untuk memegang aset tersebut meningkat.

Analis SP Angel mencatat, volatilitas harga emas belakangan ini mencerminkan lonjakan besar aliran investasi spekulatif sepanjang 2025. Koreksi harga terbaru juga diikuti oleh keluarnya sebagian besar dana tersebut dari pasar.

Meski demikian, tren diversifikasi cadangan devisa oleh bank sentral dunia diperkirakan terus berlanjut, dengan negara-negara baru mulai meningkatkan pembelian emas pada 2026.

Sepanjang tahun lalu, harga emas spot meroket hingga 64% dan sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di level USD5.594,82 per ons pada 29 Januari.

Logam mulia lainnya, harga perak menguat 1,7% menjadi USD72,41 per ons, platinum naik tipis 0,1% ke posisi USD1.936,00, sementara paladium justru melemah 1% jadi USD1.424,99 per ons.

Sumber: Reuters


RELATED POST


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER