Jaga Konsistensi Gaya Hidup Aktif dengan Dance, Ekspresikan Diri Sekaligus Jaga Kesehatan
Dance bisa jadi medium positif, cukup 15 menit setiap hari
KABARINDO, SURABAYA - Gaya hidup aktif semakin terlihat di masyarakat. Lapangan padel bermunculan, kelas olahraga makin ramai dan sering diadakan event lari pada akhir pekan.
Sekilas, anak muda terlihat semakin dekat dengan hidup sehat. Namun di balik tren tersebut, ada satu tantangan yang masih sering muncul: konsistensi. Banyak yang berolahraga karena momen, bukan sebagai kebiasaan. Padahal menjaga tubuh tetap aktif tidak harus dimulai dari aktivitas yang berat atau mahal.
Langkah sederhana seperti bergerak selama 15 menit setiap hari bisa menjadi awal perubahan yang nyata. Hal ini juga sejalan dengan anjuran World Health Organization yang mendorong aktivitas fisik rutin untuk menjaga kebugaran tubuh. Dari sinilah muncul ide bahwa dance bisa menjadi pilihan yang menyenangkan, fleksibel dan mudah dijalani siapa saja.
Menurut Andry Mahyudi, Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category Kalbe Consumer Health, dance penting untuk gaya hidup sehat. Aktivitas fisik yang rutin, membantu menjaga daya tahan tubuh. Orang yang aktif bergerak cenderung memiliki sistem imun lebih baik, sehingga risiko gangguan kesehatan ringan seperti batuk bisa berkurang.
Setelah sukses besar dengan lebih dari 5.000 peserta pada 2025, Komix Herbal kembali menghadirkan POTEK Dance Fest 2026, sebuah kompetisi dance tingkat nasional yang siap menjangkau lebih banyak talenta muda di seluruh Indonesia. Jika tahun lalu mengusung tema K-Pop yang dekat dengan keseharian anak muda, tahun ini POTEK Dance Fest mengajak peserta mengeksplorasi tema modern dengan sentuhan Indonesian Heritage. Sebuah kombinasi yang memberi ruang untuk tampil kreatif sekaligus membawa identitas budaya ke atas panggung. Pendaftaran dibuka secara daring mulai 20 April hingga 29 Mei 2026 lewat situs www.potekdancefest.com.
Andry mengatakan, antusiasme tahun lalu menjadi bukti bahwa dance bukan sekadar hiburan. Ia melihat antusiasme luar biasa dari anak muda di berbagai daerah. Ini menunjukkan bahwa dance bisa menjadi medium positif untuk mengekspresikan diri sekaligus menjaga kesehatan.
“Tahun ini, kami ingin menjangkau lebih banyak talenta dan mengajak lebih banyak anak muda untuk bergerak aktif,” ujarnya.
Lebih dekat dengan komunitas
Arinto Sapto Nugroho, koreografer profesional dan pemilik Alpha Plus Dancer sekaligus juri POTEK Dance Fest, melihat ajang ini sebagai ruang eksplorasi yang penting bagi para dancer muda.
“Dance itu bukan cuma soal teknik, tapi juga energi dan konsistensi. Sejak tahun lalu, saya melihat banyak talenta baru dengan karakter kuat dari berbagai daerah. Dengan jangkauan yang lebih luas tahun ini, saya yakin akan semakin banyak talenta yang berani tampil dan menunjukkan identitas mereka,” katanya.
Tahun ini, POTEK Dance Fest hadir lebih dekat dengan komunitas dance di berbagai daerah. Jika sebelumnya diselenggarakan di 5 area, kini jangkauannya diperluas ke lebih banyak wilayah, mulai dari Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi hingga Ambon.
Setelah mendaftar secara daring, peserta yang lolos seleksi akan mengikuti private offline audition di beberapa kota pada periode 16 Mei hingga 6 Juni. Mereka yang berhasil melaju akan bertanding di babak semifinal (14 Juni - 19 Juli) di Medan, Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya dan Makassar, hingga tahap grand final yang akan dilaksanakan di Jakarta 28 - 31 Agustus 2026.
Peserta yang lolos berbagai tahap hingga grand final akan dinilai oleh seorang juri kehormatan, Ibuki, dancer dari Jepang yang terkenal secara internasional karena keterampilannya Waacking. Juga perannya sebagai figur penting dalam skena street dance di Jepang. Selain dari prestasinya di berbagai ajang dance global, Ibuki juga merupakan mentor dan instruktur dance yang telah melanglang buana, mengadakan masterclass bagi para dancer di seluruh dunia.
Dengan konsep yang semakin matang, POTEK Dance Fest 2026 bukan hanya tentang kompetisi. Ini adalah ajakan untuk memulai kebiasaan sehat dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan keseharian anak muda.
“Kami ingin mengajak anak muda Indonesia memulai dari langkah kecil. Tidak perlu langsung berat, cukup 15 menit setiap hari. Lewat POTEK Dance Fest, kami berharap ini bisa menjadi kebiasaan baru yang positif, aktif dan kreatif,” ujar Andry.
Foto: istimewa





