Institut Français Indonesia Adakan Rangkaian Acara Budaya & Pendidikan di Pekan Francophonie 2026
KABARINDO, SURABAYA - Institut Français Indonesia (IFI) beserta para mitranya mengadakan serangkaian acara budaya dan pendidikan di Surabaya dan Malang dalam rangka Pekan Francophonie 2026 yang berlangsung mulai 20-24 April 2026.
Tema utama di Surabaya dan Malang pada tahun ini berpusat pada pertunjukan dan seni jalanan yang berlangsung sepanjang pekan: pentas musik, boneka marionette raksasa, marching band dan pertunjukan keliling. Setiap hari juga menampilkan kegiatan yang berkaitan dengan bahasa Prancis - tantangan, permainan, lomba dan pertunjukan - yang melibatkan siswa, mahasiswa dan masyarakat yang ingin tahu.
Di Surabaya pada 21 April 2026, IFI bekerja sama dengan Surabaya Intercultural School (SIS) mengadakan pesta karnaval besar, yang disusun berdasarkan rangkaian permainan bertahap. Area sekolah diubah menjadi tempat pengalaman yang menyenangkan dan imersif, antara pertunjukan di ruang terbuka dan pertunjukan seni keliling,
Di Malang pada 22 April 2026, IFI bekerja sama dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang menggandeng tim Warung Prancis kampus dan partisipasi mahasiswa internasional dari negara-negara berbahasa Prancis, mengadakan acara yang menggambarkan keragaman budaya penutur bahasa Prancis. Di antaranya pentas marionette raksasa diiringi oleh marching band dari SMKN 13 Malang, pentas seni pelajar, film dan permainan.
Pada 23-24 April 2026 di Surabaya, IFI mengadakan dua acara yang saling melengkapi. Pada 23 April, IFI bekerja sama dengan SMKN Wijaya Kusuma dan Ninetheatrevision dari SMKN 12 Surabaya menampilkan antara lain pentas tari tradisional dan teater adaptasi dari novel Prancis “L’élégance du hérisson” (Keanggunan sang Landak) karya Muriel Barbery.
Pada 24 April 2026 digelar pertunjukan musik dua instrumen tradisional suling dan sitar oleh pelajar SMKN 12 Surabaya sebagai pembuka, dilanjutkan dengan pertunjukan oleh duo musisi Tunisia dan Prancis, Dorsaf Hamdani & Zied Zouari, yang membawakan kembali repertoar lagu-lagu klasik Prancis, diperkaya dengan pengaruh Arab. Acara ini didukung oleh Kedutaan Tunisia. Sore harinya digelar pentas marionette raksasa tokoh asal Prancis dan Indonesia karya seniman Surabaya, Supianto, diiringi musik marching kontemporer oleh kelompok Grobak Kletek yang membawakan musik populer Prancis dan Indonesia.
Juga diadakan pemutaran film Swiss (Mary Anning), Hungaria (Our Blossom), Belgia (Le Syndrome des Amours Passées) dan Uruguay (Becho) serta parade film pendek asal Prancis.
Semua acara gratis dan terbuka untuk umum dengan tujuan menyatukan komunitas pendidikan dan kebudayaan di dunia Francophonie (penutur bahasa Prancis) yang hidup, partisipatif dan dinamis.
Foto: istimewa





