Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Ekonomi & Bisnis > House of Sampoerna; Tawarkan Minuman Tradisional Produk UMKM Surabaya

House of Sampoerna; Tawarkan Minuman Tradisional Produk UMKM Surabaya

Ekonomi & Bisnis
Oleh : Natalia Trijaji

BAGIKAN :
House of Sampoerna; Tawarkan Minuman Tradisional Produk UMKM Surabaya

House of Sampoerna; Tawarkan Minuman Tradisional Produk UMKM Surabaya

Beras kencur, sinom, cendol, jelly drink, puding sedot dan rosella produk 12 UMKM binaan Dinas Perdagangan Surabaya

Surabaya, Kabarindo- Cendera.mata House of Sampoerna (HoS) menawarkan beragam minuman tradisional khas melalui Table Top “Sueger Rek” produksi 12 UMKM binaan Dinas Perdagangan Kota Surabaya.

Program ini akan berlangsung mulai 1 September – 31 Desember 2021 yang menghadirkan beragam minuman menyegarkan seperti kopi, milkshake, cendol, jelly drink, puding sedot, rosela, beras kencur dan sinom sebagai alternatif pilihan pelepas dahaga. Masyarakat yang berminat dapat memesan dengan melihat katalog produk dan langsung menghubungi kontak UMKM yang tertera pada website www.houseofsampoerna.museum.

Aqisa Rumah Rosella

Mengawali usaha membuat minuman rosela untuk konsumsi pribadi, Hasidatul Ahadiah mulai memberanikan diri memasarkan hasil olahannya dan mendirikan Aqisa Rumah Rosella pada 2014. Aqisa terus berusaha memperbaiki produknya berdasarkan masukan dari pelanggan serta aktif mengikuti program pelatihan Pahlawan Ekonomi. Usahanya tidak sia-sia. Pada 2019, Aqisa berhasil memenangkan Juara I kategori home industry. Saat ini kreasi yang dihasilkan juga merambah ke produk makanan.

Cenda

Ayen mendirikan Cenda setelah mengundurkan diri dari sebuah bank pada 2016, karena ingin fokus untuk berwirausaha. Produk andalan yang dimiliki adalah cendol original gula aren dan teh pandan. Melihat peluang yang besar, saat ini Cenda juga menyediakan tepung cendol instan, olahan kue serta puding cendol.

De’nil Pudding

De’nil Pudding didirikan pada 2015 oleh Dedy Kurnia Sunarno. Pada 2017, ia lantas membuat minuman yang didalamnya diberi puding. Ragam minuman puding sedot hingga jelly drink dikreasikan oleh Dedy dalam berbagai rasa.

Kendi 42

Berawal dari lomba kebersihan yang diadakan Pemkot Surabaya pada 2007, warga Genteng Candirejo diminta menanam tanaman herbal. Hal ini membuat beberapa tanaman melimpah, sehingga dimanfaatkan untuk menjadi produk minuman. Salah satu warga penggiat UMKM Wiwik Sri Hayati, kemudian membuat produk mulai dari es timun, es lemon, jeruk kemangi, kunyit asem, kopi hingga temulawak.

Pridamusti Kulineri

Agus Sopii mengagas Pridamusti Kulineri pada 2017 yang memproduksi Haitea dengan varian original, rosela dan sari kurma. Minuman teh ini diolah dari daun teh pilihan dengan perpaduan kayu manis, sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang segar. Haitea diolah tanpa pengawet dan pemanis buatan.

Rhizoma Limanis

Keinginan untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, membuat Linah Utami memutuskan keluar dari salah satu perusahaan di Surabaya dan mulai menjadi pelaku usaha. Memilih nama Rhizoma Limanis, Linah berfokus memproduksi minuman herbal seperti sinom, beras kencur dan lemon madu sejak 2018.

Sang Tea

Adi Rachmat memulai usaha Sang Tea yang berlokasi di Tembok Gede Surabaya. Sejak 2019, ia memproduksi banyak pilihan rasa minuman seperti black tea, lemon, matcha dan milk jelly.

Srikandi

Dirintis Suharti pada 2019, Srikandi mengusung produk unggulan minuman herbal seperti susu pokak, wedang pokak dan wedang uwuh. Lewat ide kreatifnya, kreasi minuman tradisional olahan Suharti dikemas kekinian, sehingga menarik perhatian konsumen.

Sweger

Berdiri pada 2016, milkshake Sweger diproduksi dengan banyak varian seperti bubble gum, cappuccino, coklat, green tea, leci, mangga, melon, pisang, stroberi dan taro. Produk yang dihasilkan Lidya Widi Pramita ini memiliki kemasan praktis yang mudah dibawa dengan harga terjangkau.

Tjap Simo

Awal mula nama usaha Tjap Simo diambil dari tempat produksi Kumaiyah di Jl.Simomulyo sejak 2012. Bermacam pilihan minuman menyegarkan seperti sari buah belimbing wuluh, sari buah murbei, sari buah rosela merah dan sari buah rosela ungu yang dikembangkan oleh Kumaiyah menjadi kekhasan tersendiri dari UMKM ini.

TN Kitchen

Menggeluti dunia usaha pada 1996 dengan mendirikan Vimo Fun Clay, Monica Harijati melebarkan usahanya di bidang kuliner. Dari pengalaman menjuarai Pahlawan Ekonomi pada 2010 dan 2012, Monica mengembangkan resep yoghurt dengan aneka rasa yang menyegarkan.

Yunaz

Yuyun Sulistyowarini memproduksi serbuk minuman herbal instan mulai 2016. Kini tersedia bermacam varian seperti jahe merah, kencur, kunyit putih dan temulawak yang dapat meningkatkan imunitas.

Penulis: Natalia Trijaji


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER