H&M Gandeng TOGA Archives; Tawarkan Koleksi Klasik

H&M Gandeng TOGA Archives; Tawarkan Koleksi Klasik

H&M Gandeng TOGA Archives; Tawarkan Koleksi Klasik

Mengacu pada gaya avant-garde

Surabaya, Kabarindo- H&M berkolaborasi dengan TOGA Archives, label independen yang berbasis di Tokyo, merilis koleksi baru yang akan tersedia di seluruh dunia di toko-toko terpilih dan secara online mulai September 2021.

TOGA Archives didirikan pada 1997 oleh Yasuko Furuta dan cukup disukai karena memiliki rasa ingin tahu akan sensualitas dan langkah eksperimental untuk pakaian klasik, yang mengacu pada gaya avant-garde, namun dapat dikenakan dengan konsep ulang khas TOGA.

Dengan gaya kampanye Jane How dan difoto oleh Johnny Dufort dengan latar belakang arsitektur di Barbican Estate di London, koleksi ini penuh dengan pilihan favorit TOGA. Ada mantel hibridisasi, kemeja dekonstruksi, rok plissé, tailoring yang teliti dan aksesoris yang meriah. Koleksi ini memberikan sentuhan tak terduga untuk pecinta fashion modern.

Untuk wanita, ditampilkan pakaian utama termasuk trench coat wol-twill dengan siluet unik dan blazer abu-abu besar dengan semprotan manik-manik terompet di saku dada, serta tunik biru tua yang dimeriahkan dengan potongan dan hiasan khas TOGA. Koleksi ini dipadu dengan sepatu hak koboi dan kancing yang keren, menambahkan sentuhan glamor di samping anting manik-manik dan kalung kerah.

Sementara pakaian pria TOGA mempunyai keunikan tersendiri, yaitu kemeja bergaris biru dan jumper V-neck transparan. Masing-masing dibuat ulang dengan potongan yang cerdas dan warna-warni, mudah dipasangkan dengan kalung rantai atau jaket bomber bolak-balik dengan lapisan syal vintage.

“Kami adalah penggemar berat desain serba guna di H&M. Itulah sebabnya karya cerdas Yasuko Furuta untuk TOGA sangat menarik. Potongan khasnya misalnya, dapat dipakai sendiri atau dipasangkan dengan lapisan bawah berpayet untuk efek glamor. Kami sangat senang dapat menghadirkan gaya playful, namun berintelektual kepada pelanggan kami dan menantikan kombinasi pakaian bergaya yang akan mereka ciptakan,” kata Ann-Sofie Johansson, Creative advisor H&M.

“Fashion dapat mengkomunikasikan ide dan minat secara langsung dan non-verbal. Dengan TOGA, saya telah menjelajahi konsep pelanggan yang memiliki kebebasan atas apa yang mereka kenakan. Ini sebuah keputusan yang menunjukkan kepribadian mereka secara instan. Mereka dapat memilih untuk tidak memakai apa-apa di bawah rok mereka, atau mengenakan celana di bawahnya. Saya ingin koleksi H&M ini memperkenalkan ide itu kepada audiens global,” kata Yasuko Furuta, Founder dan Creative Director of TOGA.

Penulis: Natalia Trijaji