Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Berita Utama > Goethe-Institut Indonesien, Gelar Olimpiade Bahasa Jerman Terbesar di Indonesia 2021

Goethe-Institut Indonesien, Gelar Olimpiade Bahasa Jerman Terbesar di Indonesia 2021

Berita Utama
Oleh : Sebastian Renaldi

BAGIKAN :
Goethe-Institut Indonesien, Gelar Olimpiade Bahasa Jerman Terbesar di Indonesia 2021

JAKARTA, Kabarindo.com : Lomba bahasa Jerman tahunan terbesar di Indonesia, yaitu Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional, sukses diselenggarakan secara virtual untuk pertama kali pada tahun ini di tengahpandemi yang masih berlangsung.

Dengan memanfaatkanberbagai platform daring, 665 pelajar bahasa Jerman dari 345 SMA, SMK, dan MA di 28 provinsi dapat saling berkompetisi dalam Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional 2021 yang telah berlangsungpadabulan Januari.Setiap tahun sejak 2010, Goethe-Institut Indonesien menyelenggarakan dan menjadi tuan rumah Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional dalam kerja sama dengan Ikatan Guru Bahasa Jerman Indonesia (IGBJI) dan dengan dukungan Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Indonesia.

Kompetisi ini diadakan setiap tahun untuk mempromosikan bahasa Jerman di Indonesia sertabmendorong siswa/i SMA/SMK/MAbuntukbmenunjukkan kemampuan mereka dalam berbahasa Jerman.

“Olimpiade Bahasa Jerman biasanya menjadikesempatan yang baik untuk bertemu langsung, berkenalan, dan tentu saja saling berbicara dalam bahasa Jerman. Tetapi pada tahun ini semuanya berubah akibat pandemi global. Kita harus menjaga jarak. Sempat timbul pertanyaan apakah Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional sebaiknya dibatalkan saja. Namun setelah berdiskusipanjanglebardengan para guru, siswa, dan wakil otoritas pendidikan, semua pihak sependapat: Kita tetap akan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya,” kata Dr. Stefan Dreyer, Direktur Goethe-Institut Indonesien, dalam sambutannya pada upacara penyerahan hadiah secara virtual padaSabtu,30 Januari 2021.

Tahun ini, 665 siswa berusia antara 15 dan 17 tahun mengawali perjalanan mereka dengan berlomba dalam babak penyisihan pada tanggal 7 Januari. Dengan menggunakan platform digital Zoom dan Moodle, para siswa diuji dalam hal keterampilan menulis, mendengarkan, dan membaca pada tingkat kemahiran bahasa A2 (tingkat pemula lanjutan).

Para peserta selanjutnya disaring menjadi 70 finalis, yang kemudian berlomba dalam babak final pada 28 Januari.Selama putaran final, ke-70 finalis harus mengerjakan soal-soal kemahiran mendengarkan, menulis, dan berbicara lewat aplikasi Actionboundpada ponsel pintar.

Untuk tes bicara, para finalis diberi waktu 20 menit untukmempersiapkan danmerekam pidato berdurasi 90 detik mengenai topik yang diberikan,dan kemudian mengunggahnyake aplikasi.Para pemenang lomba tahun ini diumumkandalam upacara penyerahan hadiah secara virtual, yang ditayangkanlangsung melalui kanal YouTube Goethe-Institut Indonesienpada 30 Januari.

Para pemenang adalah: Frederick Owen Tesalonika (SMA Kristen 1 Penabur Jakarta) sebagai juara satu, Delon Arjuna (SMA Negeri 4 Medan)sebagai juara kedua, Nathanael Farrel Monika (SMA Kristen 1 Penabur Jakarta) di tempat ketiga,dan Nicholas Ciputra (SMA Ignatius Global School Palembang) di tempat ke empat. Setiap pemenang memperoleh beasiswa untuk kursus bahasa Jerman dari Goethe-Institut bernilai sekitar 17 juta Rupiah.

Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional edisi digital ini mengalami beberapa rintangan saat penyelenggaraannya. Dalam babak penyisihan, pemadaman listrik dan masalah teknis terjadi di sejumlah lokasi peserta.

 “Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional pada tahun ini berlangsung dengan tidak mudah karena semuanya harus berlangsung secara digital. Namun,para guru dan siswa tidak mau dikalahkan oleh masalah tersebut. Semua sudah berhasil mempersiapkan dan mengikuti kegiatan dengan baik,” papar Ketua IGBJI, Ekadewi Indrawidjaja.

Sementara itu, Dr. Matthias Müller, Kepala Bagian Kebudayaan dan Informasi pada Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Indonesia, menambahkan bahwa cOlimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional memang sebuahl omba, tetapi bukanlah pertandingan serba ketat untuk saling mengalahkan, sebab semuanya mempunyai tujuan yang sama: belajar sebuah bahasa asing.

“Dengan belajar bahasa asing, kita ingin mencapai pemahaman yang lebih mendalam mengenai berbagai budaya, negara, masyarakat. Memanfaatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam Olimpiade tahun ini merupakan langkah penting ke arah itu,” jelasnya.


RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER