ESB Bantu Bisnis F&B Tingkatkan Keuntungan di Tengah Pandemi

ESB Bantu Bisnis F&B Tingkatkan Keuntungan di Tengah Pandemi

ESB Bantu Bisnis F&B Tingkatkan Keuntungan di Tengah Pandemi

Gunakan teknologi untuk memperbaiki hasil penjualan dan efisiensi operasional

Surabaya, Kabarindo- Pandemi Covid-19 telah mendorong bisnis F&B untuk mengoptimalkan operasional, dengan membuatnya lebih ramping ataupun menemukan cara baru untuk meningkatkan penjualan.

Ini mengarah pada upaya digitalisasi besar-besaran di antara semua stakeholder di industri F&B, mulai dari restoran hingga pemasok, dalam penggunaan teknologi restoran yang merupakan fokus utama ESB.

ESB adalah penyedia software sistem operasional bisnis kuliner all-in-one yang menghubungkan front-end, back-end, konsumen dan mitra rantai pasokan untuk restoran. ESB didirikan pada 2014 untuk membantu bisnis F&B meningkatkan keuntungan dengan menggunakan teknologi guna memperbaiki hasil penjualan dan efisiensi operasional.

Menurut para pendiri ESB, Gunawan Woen, Eka Prasetya, Setiadi Prawiryo Moeljadi dan Dwi Prawira, ESB telah mengidentifikasi beberapa masalah di industri ini dan menciptakan solusi unique-cloud-based-technology.

ESB telah melayani lebih dari 500 merek F&B, termasuk group besar seperti MAP Boga Adiperkasa, Boga Group, Ismaya Group, Sour Sally Group dan Marugame Udon, dalam memproses lebih dari 40 juta pesanan setiap tahun.

ESB berhasil tumbuh 3 kali lipat dari tahun sebelumnya selama pandemi, karena permintaan pemesanan dengan sistem touchless yang disediakan oleh ESB melalui layanan ESB Order. ESB telah memproses nilai transaksi bruto dengan total lebih dari 500 juta dolar AS dan diperkirakan akan tumbuh 10 kali dalam 2 tahun ke depan.

Selain memungkinkan pemesanan melalui ponsel, produk ERP dan POS ESB juga terbukti menjadi penyelamat bagi banyak bisnis F&B dengan meminimalisi kebocoran maupun human error. Saat ini lebih dari 95% pengguna ESB menggunakan seluruh sistem software front end dan backend, yang membuktikan adanya kebutuhan untuk optimalisasi secara holistik.

Gunawan Woen, Co-Founder dan CEO ESB, mengatakan bisnis restoran merupakan perpaduan antara manufaktur, perdagangan dan ritel. Pihaknya berusaha meringankan beban dan mengatasi masalah pelaku bisnis restoran yang menggunakan platform terpisah untuk memenuhi aspek yang berbeda. Pada saat yang sama, ESB juga membantu bisnis F&B dalam mengoptimalkan consumer engagement, sistem operasional yang akhirnya untuk meningkatkan keuntungan mereka.

Eka Prasetya, Co-Founder dan COO ESB, percaya semua skala bisnis layak mendapatkan dukungan yang baik. Itulah sebabnya ESB memperluas layanan agar tidak hanya diperuntukkan industri F&B yang sudah memiliki nama besar, tetapi juga bisnis kecil dan menengah dengan biaya yang dapat disesuaikan dengan anggaran mereka.

“F&B adalah industri yang berkembang dengan terus hadirnya pendatang baru. Namun selama pandemi, sebagian besar mengalami titik kesulitan yang sama dalam beradaptasi dengan perilaku konsumen masa kini dan perubahan struktur operasional restoran. Pemain industri F&B perlu menawarkan pengalaman pemesanan touchless, mengelola inventaris mereka dengan lebih baik dan mengurangi biaya operasional secara signifikan, demi menjaga bisnis mereka tetap utuh,” ujar Eko Kurniadi dari Alpha JWC Ventures.

Adrian Li, Founder and Managing Partner, AC Ventures, mengatakan ESB menghadirkan solusi F&B end-to-end berbasis cloud yang unik untuk membantu restoran mengurangi biaya, mengelola operasional dan meningkatkan pengiriman secara daring. Platform mereka siap merevolusi pasar multi-miliar dolar dine-in dan take away di Indonesia.

Faiz Rahman dari BEENEXT, menambahkan ESB telah memberdayakan ribuan restoran di Indonesia selama masa pandemi dan menjadi platform pilihan untuk meningkatkan operasional dan kinerja. Para pendiri telah menunjukkan eksekusi dan ketahanan luar biasa yang membuat mereka tumbuh lebih cepat, serta memanfaatkan momentum pertumbuhan sejak tahun lalu.