Ekonomi Jatim Tumbuh 3,23% pada Triwulan III/2021

Ekonomi Jatim Tumbuh 3,23% pada Triwulan III/2021

Ekonomi Jatim Tumbuh 3,23% pada Triwulan III/2021

Jatim penyumbang perekonomian terbesar kedua pada kuartal III/ 2021 di Jawa

Surabaya, Kabarindo- Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, ekonomi Jatim pada triwulan III/2021 mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,23% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan Jateng dan DKI Jakarta. Namun lebih rendah dibandingkan nasional (3,51%) dan Jabar (3,43%).

Jawa Timur menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua pada kuartal III/ 2021 di Jawa dengan kontribusi sebesar 25,33% atau 14,58% secara nasional,” ujar Kepala OJK Kantor Regional 4 Jawa Timur, Bambang Mukti Riyadi

Ia mengatakan, stabilitas sektor jasa keuangan di Jatim per Oktober 2021 masih terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari rasio kecukupan modal yang masih terjaga di atas threshold yaitu untuk 4 bank yang berkantor pusat di Jatim sebesar 21,50%, untuk 274 BPR sebesar 45,47% dan untuk 26 BPRS sebesar 26,34%. Sementara itu kecukupan likuiditas masih mencukupi untuk antisipasi kebutuhan masyarakat, yang tercermin dari rasio AL/DPK sebesar 40,12% dan AL/NCD sebesar 209,13%.

Selanjutnya risiko kredit masih termitigasi dengan baik, tercermin dari NPL Net Perbankan sebesar 1,63% dan NPL Gros Perbankan sebesar 4,18% serta NPF Perusahaan Pembiayaan sebesar 3,25%. Sementara itu, total asset dan DPK di perbankan masing masing tumbuh sebesar 7,45% (yoy) dan 7,57% (yoy), sedangkan kredit tumbuh sebesar 1,51% (yoy).

Bambang menambahkan, di sektor pasar modal, jumlah investor berdasarkan Single Investor Identification (SID) di Jatim meningkat cukup tinggi sebesar 98,46% (yoy) atau 905.408 investor. Angka ini sedikit lebih rendah dari pertumbuhan nasional sebesar 100,7% dan Jatim menyumbang 13,54% dari total SID nasional.

Sementara itu di sektor industri keuangan non-bank, perusahaan pembiayaan mulai menunjukkan pertumbuhan meskipun masih mengalami terkontraksi sebesar 5,40% (yoy). Namun kondisi init lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020. Pembiayaan melalui fintech peer to peer lending tumbuh sebesar 120,1% dan pembiayaan LKM/S tumbuh sebesar 43,44%.

Akumulasi realisasi restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 di Jatim mencapai Rp.94,6 triliun dari 1.093.225 debitur yang terdiri dari 77,27% (Rp.73,1 triliun) merupakan restrukturisasi dari 510.803 debitur bank umum & BPR/S serta 21,89% (Rp.21,5 triliun) merupakan restrukturisasi dari 582.422 debitur perusahaan pembiayaan.

Total penyaluran kredit dalam rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Jatim sebesar Rp.24,7 triliun yang disalurkan kepada 328.335 debitur Bank Himbara, BSI dan BPD Jatim, serta sebesar 62,76% (Rp.15,5 triliun) disalurkan kepada 267.175 debitur UMKM. Sampai dengan Agustus 2021, BPD Jatim telah menyalurkan 31,23% (Rp.11,04 triliun) dari total kredit PEN di Jatim kepada 132.656 debitur.

Bambang menambahkan, selama masa pandemi, OJK Kantor Regional 4 Jawa Timur tetap menjalankan fungsi edukasi dan perlindungan kepada masyarakat di Jatim, antara lain dengan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui webinar maupun memfasilitasi mediasi debitur terdampak Covid. Jumlah pengaduan yang diterima sampai dengan Oktober 2021 sebanyak 3.945 pengaduan yang disampaikan melalui media surat, telepon dan whatsapp. OJK juga mendukung program PEN di wilayah Jatim melalui pelaksanaan vaksinasi massal bagi masyarakat, mendorong pertumbuhan industri halal serta mendorong pengembangan UMKM melalui pemberian akses keuangan bagi UMKM.