Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Iptek > Dinsos DKI Punya Klinik Pertama; Beroperasi Dalam Panti

Dinsos DKI Punya Klinik Pertama; Beroperasi Dalam Panti

Iptek
Oleh : ARUL Muchsen

BAGIKAN :
Dinsos DKI Punya Klinik Pertama; Beroperasi Dalam Panti

Dinsos DKI Resmikan Klinik Pertama yang Beroperasi di Dalam Panti

Cengkareng, Jakarta, Kabarindo- Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah meresmikan klinik mandiri yang beroperasi di dalam Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Harapan Sentosa 1, Cengkareng, Kamis (10/10). Klinik yang diberi nama Klinik Tiendra tersebut, menjadi satu-satunya klinik pertama yang beroperasi di dalam panti sosial yang berada di bawah naungan Dinsos DKI dan siap melayani warga binaannya. 

"Ini dedicated untuk warga binaan PSBL HS 1, Kenapa? Karena dengan seperti ini maka pelayanan kepada warga binaan sosial, yang biasanya sampai dengan beberapa hari yang lalu masih dibawa ke Rumah Sakit Duren Sawit. Sekarang sudah bisa dilakukan di sini dan ini luar biasa. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak," ungkap Irmansyah. 

Kepala PSBL Harapan Sentosa 1, Maria Margareta menjelaskan, panti yang di bawah naungannya memiliki 816 warga binaan yang setiap hari harus perawatan jalan ke RSKD Duren Sawit. Jarak antara panti ke RSKD Duren Sawit ini mencapai 37km, dimana memakan waktu 4 jam untuk perjalanan pulang perginya. Belum lagi, resiko yang akan diterima oleh petugas akan warga binaan. "Kalau di jalan ada saja kendalanya, seperti lalu lintas yang padat, warga binaan sulit buang air, dan tidak jarang mereka melarikan diri," terang wanita yang akrab disapa Tienke ini. 

Dengan adanya klinik ini, diharapnya dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada warga binaan, serta dapat menjadi contoh bagi panti sosial lainnya. "Jadi petugas panti, yang mayoritas tidak memiliki background kesehatan, bisa menyesuaikan tugasnya dan belajar dari klinik ini," tambahnya. 

Dalam klinik ini, warga binaan dapat melakukan berbagai cek kesehatan, hingga pelayanan kesehatan jiwa. "Yang pasti ada layanan jiwa, pelayanan saraf, pelayanan kesahatan paru. Kalau proses pemeriksaannya, dokternya ada dokter yang ada di kilnik, dokter umum, dokter spesialis gangguan jiwa, dokter spesialis saraf, dokter spesialis penyakit dalam juga ada," ujar Tienke. 

Ia juga berterimakasih kepada jajaran Rumah Sakit se-provinsi DKI Jakarta yang berkenan menyumbangkan berbagai alat kesehatan untuk mendukung pelayanan di klinik tersebut, yaitu RS Pondok Indah, RS Hermina Daan Mogot, RS Hermina Depok, RS Mitra Keluarga Kalideres, RS Mitra Keluarga Kemayoran, RS Khusus Bedah Halimun, RS Ciputra, RS Columbia Asia, RS MRCCC, dan RS Medistra. 

Sementara itu, Sekretaris Utama Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Kisworowarti mengapresiasi dengan adanya Klinik Tiendra ini. Ia pun mengaku siap, jika nantinya ada pelayanan BPJS yang dibutuhkan, mengingat kebutuhan warga binaan di PSBL HS 1 merupakan pengobatan jangka panjang.  "Kami sangat mengapresiasi di dalam panti ini sudah ada klinik utama, yang semua ijinnya sudah dilengkapi oleh Bu Tinke dan jajarannya, sehingga kita lanjuti dengan MoU. Karena semuanya di sini hampir 100 persen peserta BPJS Kesehatan. Warga binaan punya JKN KIS, karena pengobatannya jangka panjang, jadi biayanya juga kan mahal," tuturnya seperti dikutip dari rilis yang diterima redaksi.


RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER