Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Berita Utama > Cakap Teacher Academy; Solusi Percepatan Kompetensi Pengajar pada Pembelajaran Digital

Cakap Teacher Academy; Solusi Percepatan Kompetensi Pengajar pada Pembelajaran Digital

Berita Utama
Oleh : Natalia Trijaji

BAGIKAN :
Cakap Teacher Academy; Solusi Percepatan Kompetensi Pengajar pada Pembelajaran Digital

Cakap Teacher Academy; Solusi Percepatan Kompetensi Pengajar pada Pembelajaran Digital

Telah berdayakan lebih dari 1,5 juta murid dan lebih dari 1000 guru glokal (global dan lokal)

Surabaya, Kabarindo- Cakap, platform pembelajaran online di Indonesia, telah meluncurkan program pelatihan mengajar Cakap Teacher Academy.

Pentingnya kemampuan mengajar dalam pembelajaran digital memiliki peran yang krusial dalam perkembangan pendidikan. Program ini dirancang sebagai solusi platform digital secara menyeluruh untuk meningkatkan kompetensi guru bahasa Inggris dalam pembelajaran digital melalui pelatihan bersertifikat, pengembangan diri dan karir di ekosistem Cakap.

Tujuannya memberdayakan guru Indonesia untuk berkontribusi terhadap pengembangan SDM di Indonesia. Program ini akan dimulai dengan pelatihan pengajaran bahasa Inggris dan berencana untuk mengembangkan pelatihan mengajar pada berbagai topik pembelajaran lainnya di masa depan.

Tomy Yunus, CEO dan Co-Founder Cakap, melihat pentingnya kemampuan bahasa asing sebagai paspor untuk menjadi masyarakat global dalam menghadapi dunia yang semakin digital. Menurut ia, perbaikan pendidikan di Indonesia harus dilakukan secara menyeluruh bagi murid maupun pengajar.

“Komitmen Cakap untuk meningkatkan kompetensi murid dan pengajar dapat dilihat dari hasil pencapaian yang telah memberdayakan sekitar 1,5 juta murid dan lebih dari 1000 pengajar glokal (global dan lokal) dari berbagai topik pembelajaran. Para pengajar berasal dari Indonesia, Filipina, Taiwan, China, Jepang, Korea, Afrika Selatan dan lainnya yang akan menjadi instruktur untuk peserta Cakap Teacher Academy.” ujar Tomy.

Billy Mambrasar, staf khusus untuk Presiden Jokowi dan CEO dari Yayasan Kitong Bisa yang bergerak dalam pendidikan informal, mengatakan Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan di sistem pendidikan, termasuk dalam pasokan guru, transisi dan adaptasi pembelajaran digital. Hal ini terlihat pada statistik pada 2019-2020 yang menyebutkan, Indonesia memiliki 2,7 juta guru, jauh dibandingkan dengan jumlah murid sebanyak 45,5 juta. Karena itu, Cakap menginisiasi program yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi guru.

“Kami berharap Cakap Teacher Academy dapat menjadi wadah bagi guru untuk mematangkan kemampuan pembelajaran secara digital,” katanya.

Yoshua Yanottama, Senior Education Manager Cakap, menjelaskan sistem pembelajaran yang mutakhir akan menjadi kunci kurikulum. Program tersebut akan membawakan 2 kompetensi utama: teknik pengajaran komunikatif dan penggunaan teknologi melalui Cakap interactive self-paced learning. Kurikulum disusun dari pengalaman pembelajaran online selama lebih dari 6 tahun di Cakap yang dikombinasikan dengan praktik terbaik dalam pengajaran bahasa.

“Program ini relevan bagi mereka yang akan terjun ke dunia pengajaran maupun mereka yang telah berpengalaman, namun ingin memperbarui kemampuan mengajarnya,” ujarnya.

Cakap Teacher Academy merupakan program beasiswa dan diperuntukkan bagi setiap masyarakat yang memiliki minat mengajar. Cakap juga melihat ini sebagai kesempatan dalam meningkatkan skor Indonesia di Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2024, yang akan menilai efektivitas pengajaran dan pembelajaran bahasa di seluruh dunia. Selain meningkatkan kompetensi guru, program ini juga akan memberikan dampak yang lebih luas, seperti akses pelatihan untuk mendapatkan peluang pekerjaan.

Peserta dalam program ini akan diberikan sertifikasi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Di akhir program, lulusan Cakap Teacher Academy akan mendapatkan kesempatan untuk direkrut menjadi Mitra Cakap, juga memberikan kesempatan untuk komunitas lokal memperoleh pendapatan 3x lebih tinggi dari rata-rata pendapatan guru.

Jemmy Alexander, S.E.,M.M.Par., Kepala Subdirektorat Edukasi II Direktorat Pengembangan SDM Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, mengatakan dengan pelatihan bagi guru bahasa Inggris, kualitas dan kuantitas pengajar akan meningkat.

“Dalam industri pariwisata dan ekonomi kreatif, masyarakat pun semakin banyak mendapatkan akses untuk belajar bahasa Inggris serta menjembatani kebutuhan pemain sektor pariwisata dan UMKM, sehingga mereka dapat belajar bahasa Inggris dengan baik dengan guru yang merupakan lulusan dari Cakap Teacher Academy. Banyak pelaku sektor pariwisata dan UMKM, seperti tour guide yang membutuhkan bimbingan bahasa Inggris yang baik,” katanya.

Penulis: Natalia Trijaji


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER