Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Internasional > Artileri srael Hantam Markas Pasukan PBB UNIFIL di Lebanon, Satu Anggota TNI Gugur Satu Luka

Artileri srael Hantam Markas Pasukan PBB UNIFIL di Lebanon, Satu Anggota TNI Gugur Satu Luka

Internasional | 2 jam yang lalu
Editor : Anton CH

BAGIKAN :
Artileri srael Hantam Markas Pasukan PBB UNIFIL di Lebanon, Satu Anggota TNI Gugur Satu Luka

Pasukan Penjaga perdamaian PBB (UNIFIL). (FOTO : ISTIMEWA).

_____

LEBANON – Israel menyerbu markas pasukan Penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) dan menewaskan seorang anggota TNI yang bertugas di Lebanon. Keterangan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyebutkan, bahwa sebuah proyektil meledak di posisinya dekat Adchit Al Qusayr, yang terletak di selatan Lebanon.

Seorang penjaga perdamaian lainnya mengalami luka serius akibat ledakan tersebut dan masih dirawat di rumah sakit. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan pertanggungjawaban Israel setelah seorang penjaga perdamaian tewas di Lebanon pada hari Minggu di tengah konflik bersenjata antara Israel dan Hizbullah.

“Saya mengutuk keras insiden hari Minggu di mana seorang penjaga perdamaian Indonesia dari UNIFIL tewas di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama,”tegasnya dikutip Senin (30/3/2026).

Belasungkawa terdalam saya kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal dan kepada Indonesia. Saya berharap pemulihan penuh dan cepat bagi penjaga perdamaian yang terluka.

Serangan Israel itu hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian.

“Saya menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB setiap saat,”tegas Guterres

Sekjen PBB mengingatkan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 (2006) dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

UNIFIL mendukung implementasi resolusi tersebut, yang mengakhiri permusuhan antara pasukan Israel dan Hizbullah yang meletus hampir dua dekade lalu.


RELATED POST


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER