Angkat Keindahan Tenun Sumba; PENDOPO Hadirkan Kampanye Rindu Timur

Angkat Keindahan Tenun Sumba; PENDOPO Hadirkan Kampanye Rindu Timur

Angkat Keindahan Tenun Sumba; PENDOPO Hadirkan Kampanye Rindu Timur

Keindahan kain tenun ikat Sumba memiliki keunikan dan cerita di dalam prosesnya

Surabaya, Kabarindo- PENDOPO, rumah kurasi pakaian, kerajinan dan kuliner khas Indonesia milik Kawan Lama Group, menghadirkan kampanye Rindu Timur.

Tasya Widya Krisnadi, Merchandising & Operation Director PENDOPO, menuturkan tanah Sumba bagaikan hidden gem dengan keindahan alam yang luar biasa, serta memiliki khasanah budaya yang menarik perhatian, salah satunya adalah keindahan kainnya. Potensi inilah yang dilihat PENDOPO dapat digali lebih dalam dengan mempersembahkan kampanye Rindu Timur yang membawa salah satu kekayaan budaya timur Indonesia yang diwakilkan oleh Sumba, melalui keindahan kain tenun ikat Sumba dengan segala keunikan dan cerita di dalam prosesnya.

Kami ingin mengenalkan, selain kain batik yang memang sudah mendunia, Indonesia juga memiliki kekayaan dan keragaman kain tradisional dari daerah lain, ujarnya.

Tasya menjelaskan, keindahan dan daya pikat dari tenun ikat khas ini dijaga oleh masyarakat adat Sumba dari masa ke masa dengan mempertahankan teknik penenunannya yang tradisional, mulai dari pemintalan benang, tahap pewarnaan secara alami hingga proses penenunannya yang membutuhkan waktu 6 bulan hingga 3 tahun.

Ia memapaarkan, nuansa tribal dan back to nature dalam kearifan lokal terpancar dalam corak khas kain tenun Sumba, sehingga membuatnya terlihat unik dan berbeda dari kain tenun lainnya .Setiap kain Sumba ditenun dengan motif yang berbeda dan diberikan sisipan makna dan filosofi dari perajinnya, sehingga memiliki nilai tersendiri. Misalnya, motif gurita yang melambangkan kebesaran seorang pemimpin, atau motif kakatua sebagai lambang persatuan dan kesatuan. Pewarna yang digunakan para penenun untuk membuat kain ini pun masih menggunakan bahan alami seperti akar mengkudu, lumpur dan kayu. Proses pembuatan kain dengan nilai-nilai budaya dari leluhur di dalam kain ini membuat tenun Sumba dianggap sebagai harta yang berharga dan diwariskan turun-temurun ke anak cucu.

“Nilai budaya dan tradisi yang dijaga oleh para perajin Sumba ini mendorong semangat kami untuk ikut serta menghubungkan hasil kerajinan mereka ke pasar ritel modern. Kami juga akan terus memberikan dampak sosial yang positif untuk para perajin kecil dan menengah di Sumba melalui dukungan pemasaran, program pendampingan dan pembinaan bisnis untuk UMKM,ujar Tasya.

Ia menambahkan, kehadiran PENDOPO berangkat dari kepedulian untuk melestarikan budaya dan memberikan dampak sosial yang positif kepada para pengrajin kecil dan menengah di Indonesia, memiliki visi meningkatkan kesadaran dan apresiasi budaya melalui pendekatan pengalaman ritel. PENDOPO telah mengkurasi lebih dari 80 UMKM melalui lebih dari 500 produk hasil karya mereka yang bergerak di bidang pakaian, kerajinan, perlengkapan rumah, aksesoris hingga makanan tradisional dan minuman herbal dari seluruh Nusantara yang dipasarkan melalui toko maupun kanal belanja online milik PENDOPO.

Harapannya, dengan membawa hasil karya UMKM masuk ke ritel modern, dapat memberikan nilai tambah bagi produk-produk tersebut,” ujar Tasya.

Penulis: Natalia Trijaji