JAKARTA -- PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), atau yang lebih dikenal sebagai Paradise Indonesia, resmi menetapkan arah strategis perusahaan untuk tahun 2026. Emiten properti ini akan memprioritaskan pembangunan proyek mixed-use serta memperluas jangkauan aset komersial di berbagai titik strategis tanah air guna menjamin pertumbuhan jangka panjang yang stabil.
Strategi Wilayah dan Pengembangan Proyek
Menurut Anthony P. Susilo, Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia, fokus utama tahun ini terletak pada dua proyek besar:
Semarang: Melanjutkan pembangunan pusat perbelanjaan 23 Semarang.
Balikpapan: Mengembangkan kawasan hunian dan gaya hidup low-density.
Langkah ini diambil untuk merambah pasar di luar kota-kota utama dan memanfaatkan potensi ekonomi daerah yang sedang berkembang pesat. Anthony optimis bahwa sinergi antara hotel, mal, dan apartemen milik perseroan akan memperkuat fundamental bisnis di sepanjang tahun 2026.
Selain membangun aset baru, manajemen INPP tetap berkomitmen menjaga kesehatan finansial dengan mengoptimalkan aset yang sudah ada.
“Kami menargetkan pendapatan berulang (recurring income) dari sektor perhotelan dan pusat perbelanjaan tetap berada di angka 70%. Hal ini krusial untuk menjaga stabilitas arus kas terhadap fluktuasi siklus industri properti,” ungkap Anthony.
Optimisme di tahun 2026 ini tidak lepas dari keberhasilan perusahaan di tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, Paradise Indonesia mencatatkan tren pertumbuhan yang kuat, dipicu oleh dua faktor utama:
Kemitraan Strategis: Keuntungan investasi dari kerja sama dengan raksasa properti Jepang, Hankyu Hanshin Properties.
Sebagai catatan, pada awal 2025, pembentukan joint venture dengan Hankyu Hanshin untuk proyek komersial di Bali telah menyuntikkan keuntungan investasi sebesar Rp500 miliar. Hasil ini tidak hanya mempercantik laporan keuangan kuartal I-2025, tetapi juga memperkokoh struktur permodalan perusahaan untuk ekspansi di masa depan.





