YOUVIT Kenalkan Karakter Riska & Si Gembul; Kolaborasi dengan Animator Kobi Nuswantoro

YOUVIT Kenalkan Karakter Riska & Si Gembul; Kolaborasi dengan Animator Kobi Nuswantoro

YOUVIT Kenalkan Karakter Riska & Si Gembul; Kolaborasi dengan Animator Kobi Nuswantoro

Berikan tips supaya anak-anak mendapatkan gizi yang tepat untuk tumbuh kembang mereka

Surabaya, Kabarindo- Selama Juli-September 2019, YOUVIT berkolaborasi dengan animator Indonesia berbakat, Kobi Nuswantoro, menciptakan karakter Riska & Si Gembul.

Monster YOUVIT for Kids; Velma, Toni dan Oliver muncul dalam video animasi berjudul “Meraih Cita-Cita bersama Multivitamin Gummy YOUVIT”. Mereka membantu Riska & Si Gembul untuk mencapai berbagai impian mereka.

Selama periode kolaborasi, konsumen bisa mendapatkan koleksi stiker Riska & Si Gembul serta monster YOUVIT for Kids yang lucu di dalam kemasan YOUVIT for Kids bertanda khusus di toko terdekat.

YOUVIT juga memberikan tips supaya anak-anak bisa mendapatkan gizi yang tepat untuk tumbuh kembang mereka. Seperti yang telah kita ketahui, dalam 1.000 hari pertama (sejak janin dalam kandungan hingga berusia dua tahun) kehidupan bayi merupakan usia emas bagi tumbuh kembang anak. Sayangnya anak-anak yang seharusnya menjadi harapan masa depan bangsa Indonesia masih banyak yang mengalami masalah gizi (29,9%) pada usia dini.

YOUVIT merujuk balita yang menderita gizi buruk mencapai 3,9% dan menderita gizi kurang sebesar 13,8%. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018 menunjukkan 17,7% bayi usia di bawah 5 tahun (balita) masih mengalami masalah gizi. Angka ini terdiri atas balita yang mengalami gizi buruk sebesar 3,9% dan yang menderita gizi kurang sebesar 13,8%.

Berikut 5 tips supaya anak-anak bisa mendapatkan gizi yang tepat untuk tumbuh kembang mereka

1. Buat jadwal

Anak-anak perlu makan setiap tiga hingga empat jam yaitu tiga kali makan utama, dua kali makanan ringan dan banyak minum air. Jadwal makan yang padat ini akan memberikan menu diet yang seimbang bagi anak dan mengurangi kerewelan mereka, karena tak lagi lapar. Stok wortel, brokoli, apel, jeruk, yogurt dan air sebagai bekal saat bepergian bersama anak-anak, sehingga tidak bergantung pada makanan cepat saji.

2. Menu makan seragam

Biasakan anak-anak makan makanan yang sama untuk seluruh anggota keluarga. Selain menghemat tenaga, anda bisa memulai kebiasaan makan sehat untuk seluruh keluarga sekaligus. Anak-anak sering meniru perilaku orang tua mereka. Jadi ketika mereka tahu menu makanan mereka dibedakan, ada kemungkinan mereka rewel dan tidak mau memakan makanan mereka sendiri.

3. Perkenalkan makanan baru secara perlahan

Anak-anak pada dasarnya rewel dan pemilih dalam hal makanan, apalagi jika mereka sudah mempunyai makanan favorit. Karena itu, ibu harus kreatif mencari cara supaya anak-anak menyukai makanan baru, terutama sayuran.

4. Eksperimen dengan bumbu dan saus celup

Jika anak-anak masih kesulitan untuk makan sayuran yang rasanya aneh di lidah, coba berikan saus favorit mereka. Misalnya saus barbeque, saus tomat atau mayonaise untuk salad.

5. Masak bersama anak

Ajak anak-anak berkreasi dengan variasi bahan makanan sehat. Semakin kreatif makanannya, semakin banyak pula bahan makanan sehat yang akan mereka konsumsi. Hal ini juga akan membantu anda dan anak membangun hubungan berkualitas ibu-anak serta kesempatan bagi anda untuk mengenalkan berbagai sayuran, buah-buahan dan fungsinya bagi tubuh.

Penulis: Natalia Trijaji