Trading di Platform Pertukaran Aset Krypto; Bikin Untung atau Buntung?

Trading di Platform Pertukaran Aset Krypto; Bikin Untung atau Buntung?

Trading di Platform Pertukaran Aset Krypto; Bikin Untung atau Buntung?

Indonesia telah mengatur regulasi jual beli aset kripto melalui kebijakan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi

Surabaya, Kabarindo- Mata uang kripto alias cryptocurrency Bitcoin terus melanjutkan tren meningkat memasuki 2021. Mata uang ini mencatat nilai Rp.483,54 juta per 1 Bitcoin pada minggu lalu.

Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik atas aset kripto sebagai salah satu pilihan investasi yang menjanjikan, khususnya pada masa pandemi. Momen ini bisa menjadi kesempatan bagi masyarakat yang ingin memulai investasi dalam trading aset kripto tanpa perlu khawatir secara berlebih.

Ketua ASPRAKINDO dan COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan Bitcoin menjadi salah satu komoditas investasi yang menguntungkan dibandingkan instrumen investasi lainnya. Hal ini terlihat dari harganya yang terus naik lebih dari tiga kali lipat pada 2020 di tengah pandemi.

Indonesia sendiri telah mengatur regulasi jual beli aset kripto melalui kebijakan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini guna memastikan bahwa aset kripto yang kian berkembang ini telah diakui secara legal dan dapat diperjual-belikan melalui beberapa media exchange yang telah terdaftar secara resmi.

Aset kripto memang tergolong instrumen investasi baru dan masih diperlukan edukasi secara menyeluruh bagi market Indonesia terkait trading aset kripto yang aman dan terpercaya. Berikut ini beberapa hal yang perlu dipahami bagi para calon trader sebelum mulai terjun di investasi aset kripto.

1.Pastikan legalitas exchange

Saat menentukan untuk terjun di investasi aset kripto, pemilihan media exchange untuk melakukan transaksi menjadi penting demi memastikan keamanan investasi aset. Pastikan exchange yang dipilih legal dan terdaftar resmi di Bappebti. Di Indonesia ada 13 exchange yang terdaftar resmi di antaranya Tokocrypto, Indodax, Pintu, Luno dan Rekeningku.

2. Pelajari jenis aset kripto yang diminati

Sebelum mulai berinvestasi, trader perlu memahami jenis-jenis mata uang kripto yang beredar di pasaran. Bitcoin (BTC) memang menjadi favorit, namun masih ada Ethereum (ETH), Ripple (XRP), Tether (USDT) dan lainnya. Dengan memahami jenis koin tersebut, calon trader bisa mengecek ketersediaannya di exchange yang diminati. Misalnya Tokocrypto menyediakan 34 jenis koin dan Indodax memiliki 110 jenis koin. Trader harus berhati-hati memilih koin dalam investasi ini, karena banyak jenis yang belum populer dan pergerakan harganya sangat agresif.

3. Besaran biaya layanan

Dalam melakukan transaksi perdagangan aset kripto, ada skema biaya layanan yang dibebankan pada trader yaitu biaya pembelian dan penarikan. Ada beberapa exchange di Indonesia seperti Tokocrypto, Pintu dan Luno yang memberikan flat rate untuk biaya penarikan, namun ada juga yang menggunakan skema persentase sesuai nominal penarikan seperti Indodax. Skema flat rate akan lebih menguntungkan bagi para trader. Ada pula biaya transaksi sebagai market taker yang akan dikenakan kepada para trader. Biaya market taker merupakan potongan biaya jika trader melakukan transaksi dengan ikut pada antrian harga yang sudah ada. Misalnya, trader membeli Bitcoin seharga Rp.10 juta melalui Tokocrypto, maka dikenakan biaya potong sebesar 0,1% yaitu Rp10 ribu. Atau jika membeli melalui Indodax, dikenakan biaya 0,3% yaitu Rp.30 ribu.

4. Perhatikan spread harga

Seperti membeli emas, ada spread harga atau selisih harga jual dan beli yang harus diperhatikan oleh trader. Selisih harga yang tidak terlalu besar akan memperluas ruang gerak trader dalam membuat keputusan atas aset kripto yang dimiliki. Misalnya Tokocrypto sempat memiliki spread harga hanya Rp.1 jika dibandingkan dengan exchange lain yang spread harganya lebih lebar.

5. Kelengkapan fitur trading yang dimiliki

Setiap exchange pasti memiliki fitur trading unggulan yang ditawarkan kepada trader untuk mendukung aktivitas transaksinya. Namun ada beberapa fitur yang penting dan bermanfaat bagi trader seperti fitur chart harga untuk melakukan analisis, fitur cut loss yang bisa membantu trader membatasi kerugian harga tertentu dan fitur short selling untuk memastikan trader tetap mendapatkan untung meskipun harga aset kripto yang dimiliki sedang mengalami penurunan. Pastikan exchange yang dipilih bisa memenuhi kebutuhan fitur ini.

6. Teknologi keamanan yang diterapkan

Hal terakhir yang penting diperhatikan oleh trader adalah penggunaan teknologi untuk menjamin keamanan transaksi di exchange yang dipilih. Mayoritas exchange di Indonesia telah menggunakan standar keamanan seperti Two Factor Authenticator (2FA) dan konfirmasi lewat email dan sms. Trader bisa lebih memastikan keamanan exchange tersebut dari website yang mendokumentasikan tes keamanan exchange seluruh dunia seperti coingecko atau cer live. Tokocrypto misalnya mendapatkan support teknologi Binance Cloud yang teruji sebagai salah satu exchange dengan rating (9,35), memastikan keamanan berlapis yang terjamin jika trader melakukan transaksi.

Selain itu, dengan memiliki exchange yang terdaftar di BAPPEBTI, maka hampir dipastikan mereka juga telah memiliki sertifikasi ISO 27001 tentang Sistem Keamanan Informasi dan telah pula terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Saat ini sudah banyak konten-konten tentang cryptocurrency, blockchain, platform pertukaran aset kripto yang berisi pengetahuan dasar dan pengenalan, edukasi media exchange hingga tutorial investasi aset kripto dalam bentuk teks maupun video interaktif. Konten-konten ini akan sangat bermanfaat khususnya bagi trader pemula yang ingin mengeksplor investasi aset kripto.

Penulis: Natalia Trijaji