Tiga Film Pendek; Menangkan Xtra Short Film Competition 2018

Tiga Film Pendek; Menangkan Xtra Short Film Competition 2018

Tiga Film Pendek; Menangkan Xtra Short Film Competition 2018

A Chocolate for My Sister, Greatest Cure dan Hope, kompetisi diadakan Adi Husada Cancer Center

Surabaya, Kabarindo- Kanker merupakan penyakit yang menjadi momok bagi semua orang. Para penderita kanker bukan hanya membutuhkan pengobatan secara medis, namun juga pendampingan dan empati terutama dari orang-orang terdekat.

Hal ini mendorong kepedulian dari berbagai pihak, termasuk sejumlah anak muda yang menyuarakan kepedulian melawan kanker melalui film pendek. Karya mereka diikutkan dalam ajang Xtra Short Film Competition 2018 yang diadakan Adi Husada Cancer Center (AHCC).

Kompetisi tersebut mengusung tema “Join Fights Against Cancer” yang mengajak masyarakat peduli pada kanker, memberi semangat tentang pentingnya deteksi dini kanker serta tidak boleh menyerah terhadap kanker.

Luluk Widyasari, Marketing Manager AHCC, mengatakan ada sekitar 20 film pendek yang masuk, kebanyakan karya sineas muda. Ia senang, kompetisi tersebut mendapat respon yang cukup besar dari masyarakat, khususnya anak muda.

“Karya mereka bagus-bagus. Ini menunjukkan bakat dan kemampuan mereka dalam membuat film pendek tentang kepedulian terhadap kanker,” ujarnya.

Luluk menjelaskan, peserta yang berpartisipasi ada yang berupa tim, ada pula perorangan. Ada yang masih SMA, mahasiswa, komunitas maupun ekspatriat dari AS dan Afghanistan.

Sebelum mengirimkan karya film pendek, para peserta mendapat briefing dari dua sutradara terkenal Adriyanto Dewo dan Wimar Herdanto. Adriyanto adalah Best Director “Tabula Rasa” piala Citra 2014 dan one of director in omnibus film “LIMA” 2018, sedangkan Wimar Herdanto adalah sutradara “Mesin Tanah”, official selection of Singapore International Film Festival 2017 dan CinemAsia Film Festival 2018 Amsterdam.

“Sesuai temanya, film karya mereka diharapkan mampu menunjukkan bagaimana kepedulian kita tentang penyakit kanker. Berisi dukungan untuk para penderita kanker sekaligus memberi semangat agar mereka mampu menghadapi dan melawan kanker,” ujar Luluk.

Karya para peserta dinilai oleh tim juri dari AHCC, komunitas film dan Baraka Communication dengan kriteria film berdurasi 3-5 menit, ide sesuai tema, sudut pengambilan gambar, editing, musik sesuai dengan isi cerita dan mengandung unsur tentang AHCC.

Dari 20 film pendek, 12 di antaranya masuk grand final yang ditampilkan kepada masyarakat di atrium di Cito Mall, Surabaya, pada Minggu (16/9/2018). Setelah diseleksi, keluar 3 pemenang yaitu film pendek berjudul A Chocolate for My Sister dari Eunoia Production - SMAK St. Louis 1 Surabaya sebagai Juara I, Greatest Cure karya 3 Sinema – SMKN 3 Surabaya menjadi Juara II dan Hope dari Tolede Production – Firmansyah Marzuki Rahman sebagai Juara III. Para pemenang berhak atas trofi, sertifikat dan hadiah uang tunai.

Penulis: Natalia Trijaji