Soya Oil; Alternatif dalam Pola Hidup Sehat & Proteksi Diri terhadap Kolesterol

Soya Oil; Alternatif dalam Pola Hidup Sehat & Proteksi Diri terhadap Kolesterol

Soya Oil; Alternatif dalam Pola Hidup Sehat & Proteksi Diri terhadap Kolesterol

Diproduksi dari 100% kacang kedelai alami dengan teknologi High Smoke Point

Surabaya, Kabarindo- Pandemi membuat sejumlah kebiasaan masyarakat berubah karena aktivitas di luar rumah terbatas. Salah satu perubahan adalah masyarakat kini lebih sering memasak.

Salah satu resiko kesehatan saat lebih banyak di rumah adalah pola makan melebihi batas kalori dan cenderung kurang bergerak. Efek jangka panjang dari pola makan asal-asalan adalah meningkatnya masalah kesehatan seperti kolestrol tinggi, terutama bagi mereka yang mempunyai potensi kolesterol tinggi seperti pada kelompok usia 40 tahun ke atas.

Masyarakat sering kali menghubungkan masalah kolesterol tinggi dengan menghindari makanan tertentu, terutama yang diolah dengan digoreng. Anehnya, kebiasaan untuk berhenti makan gorengan sulit dilakukan orang Indonesia, karena sudah dianggap sebagai bagian dari menu sehari-hari.

Mendukung kebiasaan baru memasak di rumah saat pandemi, Sania Royale menghadirkan produk inovasi Soya Oil, sebagai alternatif dalam menjalani pola hidup sehat sekaligus proteksi diri terhadap kolesterol. Kolesterol tidak bisa dianggap enteng, karena berkontribusi besar pada terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke.

Mengingat saat ini keadaan tidak menentu, melindungi diri dengan pola makan sehat harus diutamakan. Sania Royale Soya Oil mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya nutrisi dan proteksi kolesterol.

Nuri Rialen, Head of Marketing Sania Royale, mengatakan biasanya usia 40 tahun ke atas sudah mulai meraskan efek kolesterol. Untuk itu, pihaknya menghadirkan solusi minyak goreng sehat. Soya Oil diproduksi dari 100% kacang kedelai alami dengan teknologi High Smoke Point, yaitu kemampuan mencapai titik berasap hingga suhu 230°C sebelum komponen minyak pecah menjadi jenuh dan berubah menjadi komponen radikal bebas.

Dengan High Smoke Point, Soya Oil cocok untuk metode memasak yang membutuhkan panas tinggi, seperti memanggang, membakar dan menggoreng. Soya Oil kaya akan PUFA (Polyunsaturated Fat / asam lemak tak jenuh ganda) yang baik untuk membantu menurunkan kolesterol dan risiko penyakit Jantung. Terlebih sudah mendapatkan sertifikasi halal oleh MUI dan GMO Free,” paparnya.

Ahli gizi & nutrisi Seala Septiani, S.Gz, M.Gizi., mengatakan memasak sendiri merupakan gaya hidup terbaik, karena memudahkan kontrol atas apa yang diasup sehari-hari.

“Sering kan kita dengar, tak boleh makan gorengan nanti kolesterol tinggi. Ini tidak benar, karena minyak goreng terbuat dari bahan nabati yang bebas kolestrol. Tapi yang harus diperhatikan adalah apa yang menjadi bahan untuk digoreng,” ujarnya.

Seala menjelaskan, beberapa minyak adalah sumber lemak baik bagi tubuh, yaitu PUFA dan MUFA, yang di dunia medis dianggap jenis asam lemak terbaik dengan manfaat untuk pencegahan penyakit degeneratif misalnya jantung dan stroke.

“Kunci pola makan baik adalah makan seimbang, jenis makanan variatif, porsinya tepat tidak berlebihan, sehingga semua kebutuhan nutrisi dalam 1 hari terpenuhi dari makanan sehari-hari. Untuk menjaga kolestrol tubuh, aktivitas fisik juga penting diperhatikan,ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji