So Klin Softergent; Berbagi Kebahagiaan dengan Anak-anak Yatim Piatu

So Klin Softergent; Berbagi Kebahagiaan dengan Anak-anak Yatim Piatu

So Klin Softergent; Berbagi Kebahagiaan dengan Anak-anak Yatim Piatu

Ajak para ibu berikan 1.000 baju baru untuk anak-anak panti asuhan

Surabaya, Kabarindo- So Klin Softergent, salah satu produk andalan Wings, menggelar ‘So Klin Berbagi Kelembutan 2019’ dengan mengajak para ibu untuk berbagi kelembutan pada bulan Ramadhan dalam bentuk memberikan 1.000 baju baru untuk anak-anak panti asuhan yang tersebar di Indonesia.

Anna Elrika, Product Coordinator Fabric Care PT Wings Surya, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata kasih sayang dan perhatian yang diberikan So Klin Softergent kepada anak-anak yang tinggal di panti asuhan, karena sebagian besar baju yang mereka miliki adalah sumbangan yang telah lama dipakai sehari-hari.

“So Klin Softergent ingin membagikan berkah kelembutan kepada anak-anak yang kurang beruntung. Di sinilah letak keindahan momen Ramadhan, karena kami dapat membagikan kebaikan dan cinta kepada sesama yang membutuhkannya,” ujarnya.

Dua di antara panti-panti asuhan yang mendapat pemberian baju baru untuk anak-anak adalah Panti Asuhan (PA) Mahfubiyah Surabaya yang mengasuh 30 anak dan PA Al Qomariyah Bandung yang mengasuh 20 anak.

PA Mahfubiyah berdiri pada 1997 dalam keterbatasan dan selalu berjuang setiap hari untuk menghidupi anak-anak yatim piatu yang membutuhkan asupan makanan dan pendidikan.

Salah satu pengurus PA Mahfubiyah Surabaya, Hasan, menuturkan untuk mendapatkan dana kebutuhan sehari-hari, pihaknya biasanya menaruh kotak-kotak amal di pasar Mangga Dua dan membuka usaha kecil-kecilan berjualan gorengan yang dibantu anak-anak panti asuhan selepas mereka pulang sekolah.

“Sejak kecil, anak-anak dilatih untuk disiplin dalam agama dan karya serta ditanamkan jiwa wirausaha dengan bergantian membantu berjualan gorengan. Meski bergulat dengan keterbatasan, sudah banyak anak lulusan panti asuhan yang kini bisa hidup mandiri,” ujarnya.

Yang paling membanggakan, salah satu lulusan panti asuhan bernama Uswatun yang hingga kini masih tinggal di panti mampu, meneruskan ke jenjang perguruan tinggi dan berprestasi dalam olahraga pencak silat, bahkan berkompetisi hingga ke Singapura.

“Kami percaya, Tuhan selalu menyediakan jalan bagi orang-orang yang ingin berbuat baik kepada yang membutuhkan, khususnya anak yatim piatu,” ujar Hasan.

Sedangkan PA Al Qomariyah didirikan dan dikelola oleh sekelompok anak muda. Salah satunya Ipah Rosipah, mahasiswi perguruan tinggi swasta di Bandung. Ia menuturkan, dirinya sudah ikut membantu mengurus panti asuhan ini sejak masih SMA kelas 2.

“Kita semua memiliki kewajiban untuk ikut berbagi dan membantu anak-anak yatim piatu. Sebagian dari rejeki kita adalah hak mereka yang sangat membutuhkan. Tidak perlu menunggu kaya atau cukup umur untuk bisa bertindak bagi mereka yang membutuhkan bantuan kita,” ujarnya.

Panti asuhan ini memfokuskan pendidikan dan kedisiplinan serta kerja keras agar nantinya anak-anak bisa mandiri. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan antara kakak asuh dengan adik, karena usia pengurus dan anak-anak panti asuhan tidak terpaut jauh. Ini membuat anak-anak lebih terbuka dan lebih mudah diatur. Tidak sedikit mahasiswa pertukaran pelajar dari luar negeri datang untuk tinggal bersama mereka selama beberapa minggu.

“Ini untuk melatih agar mereka dapat berkomunikasi dengan orang asing dan memiliki wawasan pergaulan lebih luas, tidak hanya melulu dengan para pengurus panti,” ujar Ipah.

Meskipun masih muda, namun Ipah dan rekan-rekannya mampu berjuang mencari pendapatan lewat berbagai cara untuk menghidupi PA Al Qomariyah. Mereka berhasil membuat anak-anak trampil dalam bekerja dan pintar dalam pendidikan serta kehidupan sosial yang kelak akan menjadi bekal dalam mengarungi kehidupan.

Penulis: Natalia Trijaji