Sinematek Jadi Kebanggaan Nasional: Pemerintah Harus Peduli!

Sinematek Jadi Kebanggaan Nasional: Pemerintah Harus Peduli!

Cempaka Mas,  Jakarta,  KABARINDO-Portal - Jelang akhir Maret tiap tahunnya tidak saja menghitung pertambahan layar atau kuantitas yang makin berkualitas film nasional,  bukan? 

Apa lagi yang sepatutnya pemerintah harus peduli? Tidak saja kompetensi,  jumlah layar untuk film nasional yang masih terseok-seok ataukah jumlah bioskop menengah sampai jangkau pedalaman dan perbatasan? 

"Apakah pemerintah dalam hal ini PusbangPerfilman Kemendikbud sudah merealisasikan pengarsipan film-film 35mm yang ribuan judul sejak era H. Usmar Ismail,  Nyak Abas Akup sampai Teguh Karya. Ada beberapa sudah direstorasi tapi bagaimana yang masih tersimpan di gudang dengan fasilitas ala kadarnya. Saya sudah mengusulkan dan entah kapan Indonesia punya laboratorium perawatan dari jamur atau kerusakan akibat dimakan usia film-film Saur Sepuh,  seri Bagyo dan Ateng,  ada juga seri pejuang klasik sampai film-film horror yang apabila ada yang menghendaki Festival Filmnya dalam format digital masih sedikit. Sinematek dengan keterbatasan keuangan selalu berharap agar semua ini diambil negara untuk membantu kekurangan dan keterbatasan, " papar Adi Soerya Abdi sang Pimpinan Sinematek Indonesia yang saat ini sedang merampungkan film anyarnya.

Redaksi bangga karena saat menemani kunjungan tim Persatuan Seniman Malaysia beberapa waktu menyempatkan untuk melihat-lihat koleksi perfilman era 70-an,80-an sampai 90-an yang masih terawat reel nya sampai ada beberapa yang sudah didigitalisasi. 

"Sekolah Kenari mau menggelar film-film Adi Bing Slamet dengan Ateng gandeng KAMi Koalisi Anak Madani jelang liburan sekolah sekaligus menghadirkan mas Adi Bing Slamet tentu jadi hiburan dan edukasi yang dinanti oleh anak didik kelas 5 dan 6," papar Imanita Tresno Wulan Kepala SekolaH SD Kenari 07 Salemba Jakarta Pusat.

Selamat Hari Film Nasional artinya anak didik, pelajar dan masyarakat harus nonton film Indonesia sebagai Kecintaan akan NKRI.